Banjir Bogor dan Jakarta: Alarm Keras Transformasi Tata Kota Berbasis Air

Selasa, 05 Mei 2026 - 18:17 WIB
loading...
Banjir Bogor dan Jakarta:...
Peneliti pengelolaan air perkotaan, Erbi Setiawan menegaskan pentingnya penguatan tata kelola air perkotaan berbasis pendekatan ilmiah, adaptif dan melibatkan partisipasi masyarakat terkait banjir di Bogor dan Jakarta. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Banjir yang terjadi di wilayah Bogor dan Jakarta kembali menegaskan pentingnya penguatan tata kelola air perkotaan yang berbasis pendekatan ilmiah, adaptif, serta melibatkan partisipasi masyarakat. Peneliti pengelolaan air perkotaan, Erbi Setiawan menyatakan, kejadian ini merupakan hasil interaksi antara faktor hidrometeorologis ekstrem dan keterbatasan sistem infrastruktur serta tata kelola lingkungan.

“Curah hujan dengan intensitas ekstrem memang menjadi pemicu utama banjir saat ini. Namun demikian, fenomena tersebut sebelumnya telah diproyeksikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sehingga secara prinsip terdapat landasan ilmiah yang cukup untuk mendukung langkah mitigasi yang lebih terencana,” ujar Erbi, Selasa (5/5/2026).

Baca juga: 115 RT di Jakarta Terendam Banjir Pagi Ini, Ketinggian Air Capai 2,4 Meter

Analisis menunjukkan bahwa karakteristik genangan di berbagai titik lebih didominasi oleh keterbatasan sistem drainase perkotaan dalam mengelola limpasan air hujan (pluvial flooding), dibandingkan oleh luapan sungai (fluvial flooding). Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kapasitas infrastruktur eksisting dengan intensitas curah hujan yang semakin meningkat.



“Penguatan kapasitas drainase konvensional tetap penting, namun perlu dilengkapi dengan pendekatan yang lebih integratif dan berbasis ekosistem,” lanjut peneliti doktoral di Belanda ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
BPBD DKI: 26 RT di Jakarta...
BPBD DKI: 26 RT di Jakarta Timur Masih Teredam Banjir Pagi Ini
Cegah Banjir, 39,7 Ton...
Cegah Banjir, 39,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Sabi Kota Tangerang
3.517 Warga Terdampak...
3.517 Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari, 2 Orang Meninggal Dunia
Rumah Katon Bagaskara...
Rumah Katon Bagaskara Terendam Banjir, Desak Pramono Anung Bertindak
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Banjir Landa Kampung...
Banjir Landa Kampung Jati Jakarta Timur di Hari Kedua Lebaran
Rekomendasi
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved