Dua Bulan Banjir Tak Surut, Pelajar Lamongan Terpaksa Sekolah Naik Perahu

loading...
Dua Bulan Banjir Tak Surut, Pelajar Lamongan Terpaksa Sekolah Naik Perahu
Sejumlah pelajar Madrasah Tsanawiyah terpaksa ke sekolah naik perahu karena akses jalan terendam banjir sejak dua bulan terakhir.Foto/Abdul Wakhid
LAMONGAN - Banjir yang sudah berlangsung selama dua bulan di Lamongan memaksa para pelajar menggunakan perahu untuk ke sekolah. Jalan desa yang tergenang air membuat anak-anak tak lagi bisa ke sekolah bersepeda.

Pelajar yang memanfaatkan perahu untuk berangkat sekolah tersebut adalah para pelajar di Madrasah Ibtidaiyah Thoriqotus Salam Desa Simosari, Kecamatan Kalitengah. Mereka terpaksa sekolah dengan menggunakan perahu karena jalan menuju sekolah terendam banjir dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Baca juga: Banjir Jilid 2 Terjang Lamongan, Luapan Anak Bengawan Solo Rendam 62 Desa

Setiap hari para pelajar ini harus menempuh perjalanan sejauh 2 kilometer menggunakan perahu kecil menyusuri sungai. "Karena jalannya terendam air banjir, sekolah ya naik perahu," kata Ilham Kiromul Fateha, salah seorang pelajar yang sekolah di MI Thoriqotus Salam pada wartawan.

Ilham mengaku, banjir akibat luapan sungai Bengawan Njero membuat jalan desa mereka terendam banjir. Kondisi jalan yang terendam banjir pun rusak dan sulit dilalui menggunakan roda dua.



Baca juga: Penuh Kesabaran, Kombes Leo Ajak dan Ajarkan Cara Mengenakan Masker Kepada Santri

Ongkos naik perahu inipun tidak mahal, hanya Rp. 3 ribu untuk pergi dan pulang sekolah. "Kalau pakai sepeda takut terjatuh karena jalannya rusak akibat banjir dan biar tidak telat ya berangkat lebih pagi sambil menunggu jemputan perahunya datang," aku Ilham.

Salah seorang guru di MI Thoriqotus Salam, Muhammad Imron mengaku baru pertama kali ini para siswa di sekolahnya menggunakan perahu sebagai alat transportasi untuk berangkat ke sekolah.

Mereka, kata Imron, biasanya menggunakan sepeda onthel dari rumah untuk berangkat ke sekolah namun saat ini jalan menuju sekolah rusak dan kebanjiran. "Selain untuk menjaga keselamatan, naik perahu juga masih didampingi orang tua sejak dari rumah hingga masuk sekolah," imbuhnya. Imron berharap agar pemerintah bisa secepatnya membangun jalan yang rusak akibat banjir ini.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, banjir jilid 2 di Lamongan ini berimbas ke 5 kecamatan, tapi saat ini tinggal 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Turi dan Kalitengah.



Saat ini, pihaknya sudah mengaktifkan pompa air yang menuju ke Bengawan Solo dengan kapasitas yang besar. "Pompa sudah kita aktifkan. Mudah-mudahan dalam beberapa hari atau tidak sampai beberapa hari ketinggiannya bisa normal, pembuangan lancar dan genangan-genangan air bisa segera surut,” terang Yuhronur
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top