Cegah Banjir, 39,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Sabi Kota Tangerang
Minggu, 24 Mei 2026 - 14:54 WIB
loading...
Pemprov Banten melalui UPTD DAS Cidurian-Cisadane bersama Pemkot Tangerang, dan masyarakat membersihkan Kali Sabi, Cibodas, Kota Tangerang. Foto/istimewa
A
A
A
TANGERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui UPTD DAS Cidurian-Cisadane bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, dan masyarakat membersihkan Kali Sabi, Cibodas, Kota Tangerang, Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan itu sebagai upaya mitigasi untuk mencegah banjir.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Banten Andra Soni, bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah dan mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan.
Andra Soni menegaskan, penanganan banjir tidak cukup hanya melalui normalisasi sungai, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan aliran sungai dan kali.
Baca juga: Pemkot Tangsel Percepat Evakuasi dan Perbaikan Infrastruktur Terdampak Banjir
“Selain normalisasi, perlu upaya bersama dalam mencegah banjir, salah satunya melalui gerakan rutin bebersih kali dan sungai yang melibatkan masyarakat. Pencegahan bencana hidrometeorologi adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Andra menambahkan, Pemprov Banten terus berupaya melakukan mitigasi bencana banjir melalui normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), situ, dan waduk di berbagai wilayah. “Pemprov Banten terus berikhtiar mengurangi risiko banjir melalui normalisasi sungai dan situ sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana,” lanjutnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin, menuturkan, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi seluruh pihak melalui pendekatan pentahelix, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Banten Andra Soni, bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah dan mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan.
Andra Soni menegaskan, penanganan banjir tidak cukup hanya melalui normalisasi sungai, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan aliran sungai dan kali.
Baca juga: Pemkot Tangsel Percepat Evakuasi dan Perbaikan Infrastruktur Terdampak Banjir
“Selain normalisasi, perlu upaya bersama dalam mencegah banjir, salah satunya melalui gerakan rutin bebersih kali dan sungai yang melibatkan masyarakat. Pencegahan bencana hidrometeorologi adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Andra menambahkan, Pemprov Banten terus berupaya melakukan mitigasi bencana banjir melalui normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), situ, dan waduk di berbagai wilayah. “Pemprov Banten terus berikhtiar mengurangi risiko banjir melalui normalisasi sungai dan situ sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana,” lanjutnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin, menuturkan, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi seluruh pihak melalui pendekatan pentahelix, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.
Lihat Juga :