Amankan Jaringan Listrik, PLN Gerak Cepat Tanggulangi Dampak Bencana Ekstrem

loading...
Amankan Jaringan Listrik, PLN Gerak Cepat Tanggulangi Dampak Bencana Ekstrem
Petugas PT PLN (Persero) saat melakukan perbaikan jaringan listrik akibat bencana ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat. Foto/Ist
BANDUNG - PT PLN (Persero) menjamin listrik aman di tengah cuaca ekstrem yang melanda Indonesia sejak beberapa bulan terakhir. Perbaikan gardu terdampak dilakukan secara cepat, mengerahkan ribuan personel siaga di titik rawan bencana.

Baca juga: Layanan di Dinas Dukcapil Sempat Terhenti, PLN UP3 Bekasi Gerak Cepat Recovery Kelistrikan

Cuaca ekstrem akibat efek La Nina masih terus melanda Indonesia sejak akhir 2020 lalu. Bencana banjir, tanah longsor, puting beliung, dan banjir bandang terjadi bergantian di sejumlah wilayah. Kerugian materil dan nonmateril tak terhitung jumlahnya. Jutaan warga mengungsi dan lainnya mengalami kerugian akibat infrastruktur, sarana, dan prasarana rusak.

Baca juga: Hi Electrizen, Begini Cara Baca Meter Mandiri via Aplikasi PLN Mobile

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sejak awal tahun hingga 14 Februari 2021, sebanyak 429 kejadian bencana terjadi di Indonesia. Didominasi banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Tercatat ada 245 kejadian banjir, kemudian tanah longsor 77 kejadian, 81 kali puting beliung, 10 kali gempa bumi, delapan kali gelombang pasang dan abrasi, serta delapan kali kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Amankan Jaringan Listrik, PLN Gerak Cepat Tanggulangi Dampak Bencana Ekstrem


Dibanding daerah lainnya, mayoritas bencana alam terjadi di pulau Jawa. Tertinggi ada di Provinsi Jawa Barat dengan 93 kejadian, Jawa Tengah 74 kejadian, Jawa Timur 59 kali kejadian, serta Banten 19 kejadian. Hingga Februari 2021, banjir masih terus terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat seperti Karawang, Bekasi, dan Subang.



Akibat bencana tersebut, jutaan warga terdampak dan 2.683.241 jiwa mengungsi, 223 jiwa meninggal dunia dan delapan hilang, serta 12.063 jiwa luka-luka. BNPB mencatat 49.733 rumah mengalami kerusakan berat hingga ringan, sebanyak 1.275 fasilitas umum rusak.

Terakhir, banjir menggenangi wilayah Karawang, Bekasi, dan kawasan Pantura lainnya pada Sabtu (20/2/2021). Puluhan ribu warga terdampak, sektor usaha terganggu, dan jaringan listrik sempat padam akibat meluapnya air sungai dan tanggul jebol.

Data PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, hingga Minggu (21/2/2021) terdapat 2.119 unit gardu distribusi yang terdampak banjir di Jawa Barat. Namun, 1.369 gardu dan jaringan listrik bagi 333.505 pelanggan bisa segera dinyalakan kembali.

Menurut Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PT PLN (Persero) Haryanto WS, PLN terus memastikan agar pasokan listrik tetap bisa dinikmati masyarakat saat cuaca ekstrem terjadi. PLN bersiaga penuh menerjunkan 6.170 personel. Mereka dikerahkan untuk melakukan pemantauan kelistrikan dan pengamanan pada daerah terdampak banjir di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Petugas PLN terus bersiaga memantau kondisi wilayah yang terdampak banjir, guna melakukan proses pemulihan dan memastikan keselamatan masyarakat,” jelas dia.



Cepat Tanggap
Upaya PLN menanggulangi dampak buruk cuaca ekstrem terhadap listrik terbukti mampu mempercepat proses pemulihan pasokan listrik kepada masyarakat. Apalagi, listrik termasuk objek vital. Energinya sangat dibutuhkan masyarakat, digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

Kerja keras PLN menjaga jaringan listrik terbukti berhasil. Pada bencana Februari ini, PLN berhasil menyalakan 2.117 atau 99% dari 2.147 gardu distribusi yang terdampak banjir di Jawa Barat. Ribuan gardu distribusi terdampak banjir berhasil dipulihkan dalam waktu tak kurang dari empat hari.

"516.483 pelanggan yang terdampak banjir sudah bisa menikmati listrik kembali," kata General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat (UID Jabar) Agung Nugraha.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top