Konferensi Internasional IKA Unpad, Airlangga Hartarto Paparkan Proses Vaksinasi COVID-19
Selasa, 23 Februari 2021 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, untuk periode vaksinasi Maret atau April hingga Desember 2021, ditargetkan 63,9 juta masyarakat di daerah dengan risiko penularan tinggi serta 77,4 juta masyarakat lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.
Total sasaran masyarakat yang divaksin adalah 181,5 juta orang dan membutuhkan 426,8 juta dosis vaksin," sebutnya.
Lebih lanjut Airlangga mengatakan, Indonesia melalui PT Bio Farma telah menandatangani perjanjian dengan Sinovac untuk penyediaan 125,5 juta dosis vaksin jadi (3 juta dosis ready to use) dari November 2020 hingga Maret 2021 serta penyediaan pasokan vaksin curah (bulk) setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021.
"Indonesia juga sudah deal 50 juta dosis vaksin dengan Novavax, 54 juta dosis COVAX, dan 50 juta dosis AstraZeneca," ujarnya.
Selain vaksin dari luar negeri, tambah Airlangga, vaksin merah putih juga terus didorong lewat kerja sama dengan berbagai lembaga keilmuwan tinggi.
"Diperkirakan pengembangan akan selesai pada akhir 2021 dan bisa diproduksi massal pada 2022," kata Airlangga.
Sebelumnya, di kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa bangsa Indonesia pun mesti bersyukur karena vaksin COVID-19 kini mulai tersedia di Indonesia. Bahkan, Indonesia telah memulai program vaksinasi COVID-19.
"Vaksin menimbulkan harapan baru bagi kita semuanya. Negara-negara di dunia berpacu untuk mengamankan vaksin bagi kebutuhan rakyatnya," katanya.
Total sasaran masyarakat yang divaksin adalah 181,5 juta orang dan membutuhkan 426,8 juta dosis vaksin," sebutnya.
Lebih lanjut Airlangga mengatakan, Indonesia melalui PT Bio Farma telah menandatangani perjanjian dengan Sinovac untuk penyediaan 125,5 juta dosis vaksin jadi (3 juta dosis ready to use) dari November 2020 hingga Maret 2021 serta penyediaan pasokan vaksin curah (bulk) setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021.
"Indonesia juga sudah deal 50 juta dosis vaksin dengan Novavax, 54 juta dosis COVAX, dan 50 juta dosis AstraZeneca," ujarnya.
Selain vaksin dari luar negeri, tambah Airlangga, vaksin merah putih juga terus didorong lewat kerja sama dengan berbagai lembaga keilmuwan tinggi.
"Diperkirakan pengembangan akan selesai pada akhir 2021 dan bisa diproduksi massal pada 2022," kata Airlangga.
Sebelumnya, di kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa bangsa Indonesia pun mesti bersyukur karena vaksin COVID-19 kini mulai tersedia di Indonesia. Bahkan, Indonesia telah memulai program vaksinasi COVID-19.
"Vaksin menimbulkan harapan baru bagi kita semuanya. Negara-negara di dunia berpacu untuk mengamankan vaksin bagi kebutuhan rakyatnya," katanya.
Lihat Juga :