CoEHAR-Unpad Dorong Pendekatan Berbasis Bukti untuk Kendalikan Dampak Merokok di Asia-Pasifik

Minggu, 15 Juni 2025 - 06:10 WIB
loading...
CoEHAR-Unpad Dorong...
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam dari Universitas Catania, Italia, sekaligus pendiri CoEHAR, Prof. Riccardo Polosa dalam acara Asia-Pacific Conference on Harm Reduction 2025 di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (14/6/2025). Foto/IST
A A A
BANDUNG - The Center of Excellence for the Acceleration of Harm Reduction (CoEHAR) bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar Asia-Pacific Conference on Harm Reduction 2025 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/6/2025). Konferensi ini menjadi forum strategis untuk mendorong penerapan pendekatan harm reduction berbasis bukti ilmiah dalam mengatasi dampak merokok, khususnya di kawasan Asia-Pasifik.

Konferensi yang dihadiri oleh pakar dari berbagai negara ini menyoroti pentingnya kebijakan pengendalian tembakau yang berbasis data dan hasil riset terkini. Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizki Abdulah, menyatakan bahwa kegiatan ini memperkuat jejaring riset internasional dan mendorong kontribusi akademisi dalam merumuskan kebijakan kesehatan masyarakat.

"Indonesia, seperti banyak negara di Asia, tengah berada pada titik kritis dalam pengendalian tembakau. Maka dari itu, kita memerlukan pendekatan berbasis bukti yang kuat, agar kebijakan publik memiliki fondasi ilmiah yang kokoh dan berdampak nyata," ujar Prof. Rizki.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Unpad, Prof. Amaliya, menegaskan bahwa tingginya prevalensi merokok di Indonesia menuntut pendekatan inovatif dan kolaboratif. Ia menekankan bahwa strategi pengendalian tidak cukup hanya dengan metode konvensional, namun harus melibatkan riset ilmiah, inovasi, dan sinergi multidisipliner.

"Indonesia masih berada di posisi ketiga tertinggi dalam jumlah perokok di dunia. Konferensi ini menjadi wadah penting untuk berbagi temuan, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam harm reduction guna meningkatkan pendekatan ilmiah dan medis yang berdampak langsung ke masyarakat," kata Prof. Amaliya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tembakau Alternatif...
Tembakau Alternatif Bantu Beralih dari Kebiasaan Merokok
Temuan Riset Ungkap...
Temuan Riset Ungkap Jurang Standar dan Praktik Responsible Mining di Sultra
Hasil Riset, Pengakuan...
Hasil Riset, Pengakuan dan Akses Perempuan dalam Sektor Perikanan Masih Rendah
Pascakasus Dokter Priguna,...
Pascakasus Dokter Priguna, FK Unpad Kembali Buka PPDS di RSHS Bandung dengan Syarat Diperketat
Berkas Perkara Dokter...
Berkas Perkara Dokter Cabul Priguna Dilimpahkan ke Kejari Kota Bandung
Berkas Kasus Dokter...
Berkas Kasus Dokter Cabul Priguna Mondar Mandir Polda-Kejati Jabar, Ada Apa?
Universitas Padjadjaran...
Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Rekomendasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved