Kisah Sopir Ambulans LMI Antar Ratusan Jenazah COVID-19 Tanpa Pandang Keyakinan

loading...
Kisah Sopir Ambulans LMI Antar Ratusan Jenazah COVID-19 Tanpa Pandang Keyakinan
Hartoyo, saat ini tercatat berumur 48 tahun. Driver ambulans Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI) ini sudah mengantarkan ratusan jenazah pasien COVID-19. Foto/Ist
SURABAYA - Hartoyo, saat ini tercatat berumur 48 tahun. Sopir ambulans Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI) ini baru saja mengantarkan jenazah pasien COVID-19 . Sejak Maret 2020, awal munculnya virus Corona sudah ratusan jenazah dia antarkan ke peristirahatan terakhir.

Baca juga: 380 Santri Positif COVID-19, Sebanyak 152 Dibawa Iringan Ambulans untuk Diisolasi

Namun kali ini berbeda, biasanya yang diantarkan adalah jenazah yang beragama Islam dan sama keyakinannya dengan lembaga tempatnya berasal bekerja, Laznas LMI.

Baca juga: Ciamis Gempar, 38 Pegawai Samsat Terpapar COVID-19, 7 Dievakuasi Pakai Ambulans

“Kemarin saya mengantarkan jenazah yang beragama non-Islam, namun tetap kami layani. Sebab meskipun kita berbeda keyakinan, namun kita sama-sama saudara kemanusiaan dan hidup saling berdampingan,” tuturnya, Selasa (23/2/2021).



Har, sapaan akrabnya, menambahkan, kejadian itu bermula saat RS Adi Husada menghubungi Dinas Sosial Kota Surabaya.

“Ada salah satu bidan rumah sakit Adi Husada yang minta bantuan Dinas Sosial Kota Surabaya, sama Dinsos, karena sudah penuh, dialihkan ke Laznas LMI. Setelah mendengar kabar itu, saya langsung bergerak cepat dan membantu,” tambahnya.

Saat masa pandemi Corona ini ambulans Laznas LMI sudah membantu ratusan masyarakat, dan akan terus membantu masyarakat.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top