Usai Divaksin Nakes di Blitar Meninggal Positif COVID-19, DPRD: Masyarakat Bisa Takut

Minggu, 21 Februari 2021 - 18:05 WIB
loading...
Usai Divaksin Nakes...
Tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Erny Kusuma Sukma Dewi meninggal dunia akibat terpapar COVID-19. Foto/Ist
A A A
BLITAR - Meninggalnya satu orang tenaga kesehatan (Nakes) RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, usai disuntik vaksin COVID-19 , mengundang perhatian DPRD Kabupaten Blitar. Anggota legislatif dari Partai Gerindra, Wasis Kunto Atmojo menilai kasus yang terjadi sebagai preseden buruk.

Baca juga: Pertama di Blitar, Usai Divaksin Nakes RSUD Ngudi Waluyo Meninggal Positif COVID-19

Jika tidak segera ada penjelasan rasional terkait penyebab kematian , kata Wasis, tidak salah jika muncul persepsi di masyarakat bahwa vaksinasi berbahaya bagi kesehatan. "Tidak salah jika kemudian muncul persepsi negatif di masyarakat. Masyarakat takut dan bisa menolak vaksin," ujar Wasis Kunto Atmojo kepada SINDOnews.com, Minggu (21/2/2021).



Nakes atas nama Erny Kusuma Sukma Dewi (33) meninggal dunia setelah divaksin COVID-19 tahap pertama 28 Januari 2021. Sebelum meninggal, pada 6 Februari 2021 atau sembilan hari usai divaksin, Erny tiba-tiba mengalami panas disertai sesak nafas. Saat dirawat di rumah sakit dan di swab test, hasilnya terkonfirmasi positif COVID-19 .

Baca juga: Ketua Umum Granat, Henry Yosodiningrat: Jangan Ada Lagi Polisi Terjerat Narkoba

Erny meninggal dunia pada 14 Februari 2021. Sejauh ini Pemkab Blitar, khususnya pihak RSUD Ngudi Waluyo belum bisa menjelaskan penyebab kematian . "Yang menjadi tanda tanya, usai divaksin malah positif dan akhirnya meninggal dunia," tambah Wasis.

Bagi Wasis kasus kematian nakes Erny usai divaksin adalah persoalan serius. Pemerintah, yakni dalam hal ini pihak yang berwenang harus menjelaskan secara gamblang. Apakah kematian yang terjadi disebabkan vaksinasi atau ada sebab lain. Mengingat yang bersangkutan sejak awal juga dinyatakan lolos screening vaksinasi. "Harus ada penjelasan terkait penyebab dari kematian nakes bersangkutan," tegas Wasis.

Baca juga: Rel Diterjang Banjir di Cikarang, Perjalanan KA Bandung-Jakarta Dibatalkan

Dengan kasus yang terjadi, Wasis juga meminta pemerintah menghentikan semua yang berbau intimidasi kepada masyarakat. Pemerintah diminta tidak lagi menakut-nakuti warga dengan ancaman denda atau penjara bagi mereka yang menolak vaksinasi. Sebab tanpa diancam, warga masyarakat sudah takut terpapar virus COVID-19 .

Yang dilakukan pemerintah saat ini, kata Wasis adalah meyakinkan warga masyarakat. Bahwa vaksinasi aman . Kemudian ada jaminan kepada masyarakat jika terjadi hal hal diluar perkiraan paska vaksinasi dilakukan. "Jangan lagi mengancam. Pemerintah sebaiknya bisa meyakinkan masyarakat jika vaksinasi aman ," tegas Wasis.

Baca juga: Forkas Jatim Kirim 350 Paket Sembako untuk Bantu Korban Longsor Nganjuk

Kendati demikian Wasis juga mengatakan, upaya pemerintah menyediakan vaksin untuk masyarakat serta sudah melalui uji BPOM serta para ahli, patut untuk diapresiasi. Sementara kematian Erny dinilai pihak RSUD Ngudi Waluyo tidak mempengaruhi vaksinasi tahap kedua. Tidak ada nakes lain yang merasa takut atau menolak vaksin.

Menurut Direktur RSUD Ngudi Waluyo, Endah Woro Utami, proses vaksinasi tahap kedua tetap berjalan sesuai rencana. "Tidak mempengaruhi nakes lain," ujar Woro. Pada vaksinasi tahap kedua, dari data 572 nakes yang harus disuntik kembali, baru 560 nakes yang sudah menjalani. Ada 12 orang yang masih tertunda.

Baca juga: Ratusan Rumah Warga Tenggelam, Tinggi Air Banjir Karawang Lampaui Atap

Sementara karena keterbatasan jumlah vaksin, masih ada 170 nakes di RSUD Ngudi Waluyo yang belum menjalani vaksinasi tahap pertama dan kedua. Mengenai kasus kematian nakes Erny paska menjalani vaksinasi tahap pertama, Woro mengaku sudah melaporkan ke pihak berwenang di Pemprov Jawa Timur. "Segala analisis dan kemungkinan kita kembalikan ke ahlinya," kata Woro.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dinas Kesehatan KBB...
Dinas Kesehatan KBB Temukan 300 Dosis Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa
Jokowi Namai Vaksin...
Jokowi Namai Vaksin Merah Putih Unair Inavac, Khofifah Bangga Indonesia Produksi Sendiri
Vaksin Dosis Keempat...
Vaksin Dosis Keempat Segera Dibuka, Menkes: Diutamakan Nakes
Bupati Tatu Semangati...
Bupati Tatu Semangati Siswa di Hari Pertama Dimulainya Vaksinasi Anak di Serang
Galakkan Vaksinasi Massal,...
Galakkan Vaksinasi Massal, Binda Riau Sasar 11.000 Orang
Awas! Ada Sindikat Jual...
Awas! Ada Sindikat Jual Beli Vaksin Booster Ilegal Berkeliaran di Surabaya
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Rekomendasi
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved