Kisah Makam Giriloyo, Makam Ghaib Sultan Agung

Sabtu, 20 Februari 2021 - 05:00 WIB
loading...
Kisah Makam Giriloyo, Makam Ghaib Sultan Agung
Kompleks makam Giriloyo. Foto/Ist.
A A A
Keberadaan Keraton Yogyakarta yang sampai saat ini berdiri tidak bisa lepas dari sejarah Mataram. Perjalanan Kerajaan Mataram , juga dimulai dari raja pertama Panembahan Senopati hingga raja yang cukup terkenal yaitu Sultan Agung .

Baca juga: Kisah Kesaktian Hang Tuah dan Keris Taming Sari Menjaga Kedaulatan Kesultanan Malaka

Dalam kepemimpinan Sultan Agung , tercatat Mataram sempat menyerbu Batavia, yang menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda, di tanah Nusantara, dan pusat gurita bisnis VOC yang mencengkeram kekayaan Nusantara, selama ratusan tahun.

Sebuah sejarah besar dari Sultan Agung ini juga berkaitan dengan rencana makam yang diidam-idamkan sang raja. Untuk menentukan tanah yang akan dijadikan pemakaman dirinya, Sultan Agung pun melempar batu yang berasal dari Makah.

Batuan yang dilempar dengan kekuatan besar ini akhirnya sampai di Giriloyo , Wukirsari, Imogiri, Kabupaten Bantul. Sebuah bukit kecil ini akhirnya menjadi menjadi idaman Sultan Agung untuk menjadi tempat peristirahatan kekalnya kelak.

Baca juga: Misteri Pohon Setia Raja di Danau Melintang, Ada Kehidupan Kota Tak Terlihat

Karena lokasi yang sejuk dan juga penuh daya magis, serta lokasi jatuhnya batu yang dilemparnya, paman Sultan Agung , yakni Pangeran Juminah pun meminta izin untuk bisa dimakamkan di komplek tersebut. Keeinginan sang paman meskipun tidak mengenakkan, akhirnya juga diizinkan.

Akhirnya Pangeran Juminah meninggal terlebih dahulu dan dimakamkan di lokasi tersebut. Sultan Agung sedikit kecewa, akhirnya dia memilih lokasi di Pajimatan atau dikenal dengan makam raja-raja Imogiri

Menurut Juru kunci makam Giriloyo , Muh Syifa, makam Giriloyo didirikan tahun 1628-1829. Makam ini terdiri atas empat bagian, yaitu makam di sayap kiri (barat), makam di sayap kanan (timur), makam di luar pagar keliling, dan masjid. Untuk menuju makam sayap kiri (barat) harus melewati 25 anak tangga.

Baca juga: Pasar Bong dan Riwayat Kuatnya Persaudaraan Lintas Zaman
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1385 seconds (11.252#12.26)