Kuat Menahan Beban 100 Ton, Jembatan Joyoboyo Siap Dibuka
Rabu, 17 Februari 2021 - 06:57 WIB
loading...
Jembatan Joyoboyo mampu menahan beban sampai 100 ton. Jembatan yang akan menghubungkan jalan protokol di Surabaya itu siap untuk dioperasikan.
A
A
A
SURABAYA - Jembatan Joyoboyo yang akan menjadi tulang punggung pengurai kemacetan di Kota Pahlawan siap untuk dibuka. Kepastian itu setelah jembatan yang menghubungkan Jalan A Yani-Gunungsari-Darmo itu mampu menahan beban sampai 100 ton, Rabu (17/2/2021).
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) mengundang pakar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk bersama-sama melakukan uji kelayakan Jembatan Joyoboyo. Mereka menyiapkan keperluan uji kelayakan dengan memberikan simulasi beban.
Baca juga: Warga Sedesa di Tuban Borong Mobil, Diler Dapat Berkah Mendadak
Pakar Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Dr Ir Putu Raka menuturkan, sebanyak dua truk besar diterjunkan dengan muatan masing-masing seberat 50 ton, sehingga total keseluruhan 100 ton. Berikutnya, tahap pertama truk berjalan beriringan, dengan kecepatan lima kilo meter per jam. Satu di depan sedangkan satu truk lagi berada di belakang.
“Selanjutnya truk kembali melintasi jembatan. Namun berbeda posisi, kali ini secara paralel. Artinya truk berada di sebelah kiri dan kanan dan bisa menahan beban,” kata Putu Raka.
Ia melanjutkan, dari pengujian tersebut pihaknya mendata hasil dari pemantauannya yaitu ukuran lendutan. Lendutan atau defleksi adalah perubahan bentuk pada benda karena tertimpa beban. Oleh sebab itu, untuk konstruksi aspal beton, seperti Jembatan Joyoboyo, batasan kelendutan 1/800. Artinya dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan, defleksinya itu sudah memenuhi standar.
Baca juga: Ekspor Jawa Timur Selama Januari 2021 Turun 13,79 Persen
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) mengundang pakar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk bersama-sama melakukan uji kelayakan Jembatan Joyoboyo. Mereka menyiapkan keperluan uji kelayakan dengan memberikan simulasi beban.
Baca juga: Warga Sedesa di Tuban Borong Mobil, Diler Dapat Berkah Mendadak
Pakar Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Dr Ir Putu Raka menuturkan, sebanyak dua truk besar diterjunkan dengan muatan masing-masing seberat 50 ton, sehingga total keseluruhan 100 ton. Berikutnya, tahap pertama truk berjalan beriringan, dengan kecepatan lima kilo meter per jam. Satu di depan sedangkan satu truk lagi berada di belakang.
“Selanjutnya truk kembali melintasi jembatan. Namun berbeda posisi, kali ini secara paralel. Artinya truk berada di sebelah kiri dan kanan dan bisa menahan beban,” kata Putu Raka.
Ia melanjutkan, dari pengujian tersebut pihaknya mendata hasil dari pemantauannya yaitu ukuran lendutan. Lendutan atau defleksi adalah perubahan bentuk pada benda karena tertimpa beban. Oleh sebab itu, untuk konstruksi aspal beton, seperti Jembatan Joyoboyo, batasan kelendutan 1/800. Artinya dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan, defleksinya itu sudah memenuhi standar.
Baca juga: Ekspor Jawa Timur Selama Januari 2021 Turun 13,79 Persen
Lihat Juga :