Banjir dan Longsor Nganjuk, Pemprov Jatim Terjunkan Tim Reaksi Cepat

Senin, 15 Februari 2021 - 15:53 WIB
loading...
Banjir dan Longsor Nganjuk, Pemprov Jatim Terjunkan Tim Reaksi Cepat
Pemprov Jatim mengirimkan tim reaksi cepat untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Nganjuk.Foto/dok SAR
A A A
NGANJUK - Pemprov Jatim menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) di lokasi tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Nganjuk. Berbagai kegiatan telah dilakukan yaitu mendistribusikan peralatan dan logistik bencana alam seperti Alkom dan APD.

Selain itu, juga mengirimkan bantuan berupa makanan anak sebanyak 200 paket, matras 200 lembar, kasur 200 lembar, kids ware 50 paket, makanan siap saji 120 paket, dan selimut 50 lembar.

"Pemprov Jatim masih terus mengatasi bencana longsor ini. Semua kemampuan kita kerahkan untuk mengatasinya. Baik Pemprov maupun Pemkab Nganjuk masih terus menjalin komunikasi untuk mengatasi bencana ini," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Benny Sampirwanto, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Dua Tim Operasi Kantor SAR Surabaya Dikerahkan Cari Korban Tanah Longsor Nganjuk

Bencana tanah longsor tersebut berawal dari hujan dengan Intensitas sedang hingga tinggi pada pukul 15.00 -19.00 WIB. Hal ini mengakibatkan tebing longsor di Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos pada Pkl. 18.00 WIB. Lokasi longsor berada di dekat retakan pada tahun sebelumnya.

Dari data BPBD Provinsi Jawa Timur, hingga kini longsor telah menimbulkan 14 korban luka ringan yang sudah dalam penanganan Puskesmas Ngetos. Selain itu terdapat dua (2) orang hilang diketemukan selamat dengan kondisi luka -luka pada kaki, dan dua (2) Korban yang hilang dalam keadaan meninggal dunia. Namun hingga saat ini masih ada 16 korban yang hilang masih dalam proses pencarian.

Baca juga: Longsor Nganjuk, 2 Korban Ditemukan Tewas, 16 Orang Masih Hilang

“Longsor ini juga telah menimbulkan kerugian berupa rumah dalam kondisi rusak berat sebanyak 8 unit. Dan saat ini sebanyak 100 orang dewasa dan 41 anak mengungsi di halaman rumah dan joglo Kepala Desa Ngetos,” katanya.

Diketahui, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sangat tinggi di tiga kecamatan, yakni tiga Kecamatan tengah kota yakni Kecamatan Berbek, Kecamatan Nganjuk, dan Kecamatan Loceret. Hal ini mengakibatkan Air Sungai Kuncir meluap di beberapa wilayah pada pukul 18.30 WIB.

Namun saat ini beberapa wilayah di Berbek dan Loceret sudah mulai berangsur surut dan tidak menimbulkan korban. Sebelumnya, hampir semua wilayah di kecamatan tersebut kondisi ketinggian airnya antara 40 - 80 cm dan sudah memasuki rumah warga. Akibat banjir ini sebanyak 41 orang dewasa dan 11 balita diungsikan di SMP 1 Nganjuk dan Gedung KWARCAB Nganjuk.
(msd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1667 seconds (10.177#12.26)