Korma ITS: UU Perlidungan Data Mendesak untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Digital

Minggu, 17 Mei 2020 - 17:37 WIB
loading...
Korma ITS: UU Perlidungan...
Kajian Online Bersama Alumni ITS dengan tema
A A A
JAKARTA - Indonesia harus segera memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Sebab perlindungan data pribadi menjadi syarat penting untuk mewujudkan ketahanan ekonomi digital. Hal ini diungkapkan CEO PT Ganesha Tradika Pancadaya Danny Kunto Wibisono dalam Kajian Online Bersama Alumni (Korma) ITS yang diselenggarakan IKA ITS Jakarta Raya, Sabtu (16/5/2020).

”Kita belum memiliki perangkat regulasi yang menjamin keamanan data di saat ekosistem ekonomi digital mulai membesar,” katanya dalam diskusi bertema "Digital Security as Digital Transformation Challenges" yang diikuti leh 184 alumni ITS lintas profesi, swasta dan BUMN, dari dalam dan luar negeri.

(Baca: Inovasi Robot ITS Bisa Ambil Pasar Impor Alkes)

Alumnus Jurusan Komputer Kontrol ITS 1996 itu mengatakan, dalam masyarat digital yang sangat terbuka dan tanpa batas, keamanan data justru menjadi salah satu risiko yang wajib diperhatikan. Dia mencontohkan potensi bocornya data ketika mengunduh aplikasi. Hampir setiap aplikasi meminta syarat dibukanya akses mengelola data di ponsel kita, baik itu bookphone, kamera, panggilan telepon, suara dan sebagainya.

”Sayangnya kita sebagai pengguna tidak diberikan pilihan lain kecuali memberi izin kalau ingin menggunakan aplikasi tersebut. Pemilik aplikasi mengumpulkan dan memiliki kontrol atas informasi data pribadi kita,” ujar Danny.

Korma ITS: UU Perlidungan Data Mendesak untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Digital


Pada konteks inilah, lanjut Danny, kebutuhan terhadap UU perlindungan data pribadi menjadi tampak, bukan saja untuk masyarakat secara pribadi tapi juga negara. Kepentingan negara bisa terancam bila data warganya tidak terlindungi. ”UU ini diharapkan bisa lebih menjamin penegakan hukum atas pencurian data seperti beberapa kasus terakhir,” ujar dia.

(Baca: Gelar Korma, IKA ITS Jakarta Raya Menjaring Pemikiran untuk Pemulihan Pascapandemi)

Pentingnya masalah keamanan juga diamini CTO Dana Indonesia Norman Sasono. Alumnus Teknik Fisika ITS 1994 ini menyatakan, keamanan adalah isu utama dalam transformasi dunia digital. Bagi platform pembayaran seperti Dana, keamanan merupakan salah satu fokus perhatian yang tidak bisa ditawar karena berkaitan dengan kepercayaan pengguna aplikasi.

”Sebagai penyedia jasa yang pertama kami lindungi adalah system, supaya tidak freeze dan digandakan. Yang kedua adalah kebocoran data yang berisiko pada pengambilalihan akun, pencurian kartu kredit, dan promote abuse. Memang ada kelompok orang yang pekerjaannya mengeksploitasi promo,” ujar Norman.

Dana mengklasifikasi data pengguna dari yang paling penting hingga paling tidak penting sebagai bagian mitigasi dari security risk maupun fund risk. “Kami punya risk engine atau fraud engine yang bisa mendeteksi dan mengklasifikasikan setiap transaksi,” katanya.

(Baca: Sisir Pelosok Jabodetabek, Alumni ITS Siapkan 1.000 Paket Buka Puasa)

Narasumber lain, Dahlan Nariman dari Associate Professor, Ritsumeikan Asia Pacific University Jepang mengatakan, digital security bukan hanya menjadi tanggung jawab pelaku bisnis digital. Konsumen digital mesti punya kesadaran melindungi data pribadinya sendiri. Konsumen mesti mengamankan akun-akun pribadi sehingga menutup kemungkinan hacker dapat memasukinya.

Ketua IKA ITS Jakarta Raya Rifqi Isnanda menjelaskan, bersamaan dengan kegiatan diskusi ini digelar penggalangan donasi dari para alumni. Hingga Sabtu kemarin dana yang terkumpul lebih dari Rp25 juta yang akan digunakan untuk gerakan IKA ITS Jakarta Raya Peduli. ”Di antaranya pembagian 10.000 masker non-medis, pemberian paket buka puasa, serta santunan untuk masyarakat yang terdampak COVID-19,” kata Rifqi.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IKA ITS Kembangkan Formula...
IKA ITS Kembangkan Formula R-5 dan OceanFarmITS Atasi Kelangkaan Pangan Nasional
SEPIA Mahasiswa ITS,...
SEPIA Mahasiswa ITS, Teknologi Berbasis IoT yang Bisa Melawan COVID-19
Satu Tahun YMI ITS,...
Satu Tahun YMI ITS, Ini Persembahan untuk Indonesia
Ketua Umum PBNU Mendorong...
Ketua Umum PBNU Mendorong Alquran Diajarkan di Kampus ITS
Perancang Taman Air...
Perancang Taman Air Mancur Menari Tiga Dimensi ITS Meninggal Dunia
Perancang Taman Air...
Perancang Taman Air Mancur Menari Tiga Dimensi ITS Berpulang
Gelar YLC 8, IKA ITS...
Gelar YLC 8, IKA ITS Jakarta Cetak Calon Pemimpin Industri Energi
Kongres ELITS ITS Soroti...
Kongres ELITS ITS Soroti Tantangan AI di Indonesia: Infrastruktur Lemah hingga Etika Penggunaannya
Inisiasi Karangan Bibit...
Inisiasi Karangan Bibit Tanaman Semarakkan Dies Natalis ke-64 ITS
Rekomendasi
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Berita Terkini
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved