Ini yang Akan Dilakukan Gembong Jika Terpilih Jadi Ketua Ikatan Alumni ITB
Kamis, 11 Februari 2021 - 20:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Gembong, sebenarnya hal itu sudah tercantum di dalam IMO (International Maritime Organization) 2020, bahwa kandungan sulfur harus di bawah 0,05%. Jadi permasalahannya sekarang kapal-kapal ini masih menggunakan marine fuel oil, yang ambang batas sulfurnya di atas itu. “Ikatan alumni dapat menyiapkan sistem logistik nasional yang memungkinkan LNG bisa ditransport atau dibeli dengan harga yang lebih murah.” Janjinya.
Integrasi dari sistem logistik tersebut yang harus dikonsep dengan benar. Karena Indonesia ini negara yang unik, karena bebentuk kepulauan. Dan sebagian pulau ada penghuninya. Jadi kita harus mendesain sendiri sistem logistik yang efisien dan ekonomis bagi Indonesia. Menurutnya ini tantangan bagi kaum milenial. “Jadi nanti akan ada sebuah platform yang dapat membantu pengusaha-pengusaha kapal untuk mencari LNG. Ada di mana, berapa ketersediannya. Hal ini bisa dimainkan milenial.”, dorongnya. Baca Juga: Niat Bisa Kembali Perawan, Wanita Ini Justru Diperkosa Dukun Cabul.
Gembong menambahkan, yang menjadi tantangan lain untuk alumni ITB menurutnya adalah membuat konsep alternatif infrastruktur LNG yang paling efisien yang mungkin dibangun di berbagai kepulauan Indonesia.
Terakhir adalah bakti kepada almamater. Didasarkan pada terus turunnya peringkat ITB di Dunia. Pada tahun 1970-an ITB kabarnya masih di peringkat di bawah 100, namun kini menurut QS World Ranking University kita sudah di peringkat 330-an. Ditengarai ini juga akibat dosen ITB yang rendah tingkat kesejahteraannya, sehingga lebih fokus mencari proyek dibanding meneliti. Banyak mahasiswa master dan doktor yang tidak mampu membiayai penelitian.
Untuk masalah ini Gembong berjanji bila terpilih menjadi Ketua IA ITB untuk membangun apartemen yang layak bagi para dosen dan mengadakan beasiswa penelitian untuk mahasiswa ITB.
Integrasi dari sistem logistik tersebut yang harus dikonsep dengan benar. Karena Indonesia ini negara yang unik, karena bebentuk kepulauan. Dan sebagian pulau ada penghuninya. Jadi kita harus mendesain sendiri sistem logistik yang efisien dan ekonomis bagi Indonesia. Menurutnya ini tantangan bagi kaum milenial. “Jadi nanti akan ada sebuah platform yang dapat membantu pengusaha-pengusaha kapal untuk mencari LNG. Ada di mana, berapa ketersediannya. Hal ini bisa dimainkan milenial.”, dorongnya. Baca Juga: Niat Bisa Kembali Perawan, Wanita Ini Justru Diperkosa Dukun Cabul.
Gembong menambahkan, yang menjadi tantangan lain untuk alumni ITB menurutnya adalah membuat konsep alternatif infrastruktur LNG yang paling efisien yang mungkin dibangun di berbagai kepulauan Indonesia.
Terakhir adalah bakti kepada almamater. Didasarkan pada terus turunnya peringkat ITB di Dunia. Pada tahun 1970-an ITB kabarnya masih di peringkat di bawah 100, namun kini menurut QS World Ranking University kita sudah di peringkat 330-an. Ditengarai ini juga akibat dosen ITB yang rendah tingkat kesejahteraannya, sehingga lebih fokus mencari proyek dibanding meneliti. Banyak mahasiswa master dan doktor yang tidak mampu membiayai penelitian.
Untuk masalah ini Gembong berjanji bila terpilih menjadi Ketua IA ITB untuk membangun apartemen yang layak bagi para dosen dan mengadakan beasiswa penelitian untuk mahasiswa ITB.
(nag)
Lihat Juga :