Kemandirian Ekonomi, 700 Perempuan Jabar Jadi Reseller Produk Kosmetik
Jum'at, 12 Februari 2021 - 05:53 WIB
loading...
A
A
A
"Yang bergabung dengan kami akan mendapatkan pelatihan berjualan di sosial media. Jadi mereka punya bekal ilmu untuk berjualan secara online. Kami mengajak semua untuk maju sama-sama, modal nol rupiah untung bisa jutaan dari rumah," tutur Hilda.
Baca juga: Tak Puas Cabuli Ibu hingga Hamil, Pria Ini Ikut Garap Anaknya Berkali-kali
Dia optimistis para reseller mampu mandiri secara ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sebab, jika dihitung rata-rata pendapatan satu orang reseller aktif secara penjualan setiap bulan, bisa mencapai minimal Rp4 juta.
Setelah roadshow di Jabar selesai, ujarnya, Program Kezia Bantu Negeri di Tengah Pandemi ini akan berlanjut ke Jawa Tengah, dimulai dari Kota Tegal, Pekalongan, dan seterusnya.
Baca juga: Kasus COVID-19 Tinggi, 3 RW di Kota Bandung Bakal Berlakukan PPKM Skala Mikro
"Kurang lebih hasil riset tim dan antusiasme masyarakat di tiap kota itu kan berbeda. Ada delapan kota di Jawa Tengah yang akan didatangi dan diprospek skincare," ujarnya.
"Insya Allah kalo ada izin dari gugus Covid, kami tidak akan berlama-lama. Akan ada jeda Februari ke Maret untuk evaluasi program agar ke depan lebih baikt. Kami lagi mau cari (mengurus) izin dulu," tutur Hilda.
Baca juga: Tak Puas Cabuli Ibu hingga Hamil, Pria Ini Ikut Garap Anaknya Berkali-kali
Dia optimistis para reseller mampu mandiri secara ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sebab, jika dihitung rata-rata pendapatan satu orang reseller aktif secara penjualan setiap bulan, bisa mencapai minimal Rp4 juta.
Setelah roadshow di Jabar selesai, ujarnya, Program Kezia Bantu Negeri di Tengah Pandemi ini akan berlanjut ke Jawa Tengah, dimulai dari Kota Tegal, Pekalongan, dan seterusnya.
Baca juga: Kasus COVID-19 Tinggi, 3 RW di Kota Bandung Bakal Berlakukan PPKM Skala Mikro
"Kurang lebih hasil riset tim dan antusiasme masyarakat di tiap kota itu kan berbeda. Ada delapan kota di Jawa Tengah yang akan didatangi dan diprospek skincare," ujarnya.
"Insya Allah kalo ada izin dari gugus Covid, kami tidak akan berlama-lama. Akan ada jeda Februari ke Maret untuk evaluasi program agar ke depan lebih baikt. Kami lagi mau cari (mengurus) izin dulu," tutur Hilda.
(boy)
Lihat Juga :