Kasus COVID-19 Tinggi, 3 RW di Kota Bandung Bakal Berlakukan PPKM Skala Mikro
Jum'at, 12 Februari 2021 - 00:00 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Tiga RW di Kecamatan Coblong, Kota Bandung, bakal mengajukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) skala mikro, menyusul masih tingginya kasus Covid-19 di kawasan tersebut.
Menurut Lurah Dago Nurliati Affandi, di wilayahnya terdapat 13 RW dan 105 RT. Namun, untuk rencana PPKM skala mikro, pihaknya akan mengajukan PPKM untuk 3 RW terlebih dahulu. Pertimbangannya, karena tingginya kasus. Bahkan di RW 11 paling tinggi, terdapat 12-13 orang. Mobilisasi penduduknya tinggi, sehingga didominasi cluster keluarga.
Baca juga: Viral Video Pria Aniaya Perempuan di Sebuah Kosan di Bandung
Untuk PPKM mikro ini, pihaknya akan memaksimalkan pengusaha kos. Sehingga mampu dimanfaatkan oleh warga untuk isolasi. “RW siapkan tempat, kerjasama dengan pemilik kosan. Paling banyak itu isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sementara untuk yang drop itu puskesmas lakukan tindakan dan dibawa ke rumah sakit,” jelas dia, Kamis (11/2/2021).
Sementara itu, Camat Antapani Rahmawati Mulia mengatakan Antapani saat ini berada di peringkat keenam dengan kasus positif aktif sebanyak 52 orang. Dengan indikator dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021, maka tidak ada RW di kecamatannya yang masuk di zona oranye atau merah.
"Saya telah berkoordinasi dengan para dokter maupun Kepala Bidang di Dinas Kesehatan, bahwa ternyata selama ini laporan itu per kasus, tapi kalau Instruksi Mendagri berdasarkan rumah, seperti di Antapani Kidul misalnya di satu RW, satu rumah 10 orang positif jadi kasusnya klaster keluarga," katanya.
Baca juga: Soal Suara Gemuruh di Bandung, BMKG Sebut Tak Ada Benda Luar Angkasa
Menurut Lurah Dago Nurliati Affandi, di wilayahnya terdapat 13 RW dan 105 RT. Namun, untuk rencana PPKM skala mikro, pihaknya akan mengajukan PPKM untuk 3 RW terlebih dahulu. Pertimbangannya, karena tingginya kasus. Bahkan di RW 11 paling tinggi, terdapat 12-13 orang. Mobilisasi penduduknya tinggi, sehingga didominasi cluster keluarga.
Baca juga: Viral Video Pria Aniaya Perempuan di Sebuah Kosan di Bandung
Untuk PPKM mikro ini, pihaknya akan memaksimalkan pengusaha kos. Sehingga mampu dimanfaatkan oleh warga untuk isolasi. “RW siapkan tempat, kerjasama dengan pemilik kosan. Paling banyak itu isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sementara untuk yang drop itu puskesmas lakukan tindakan dan dibawa ke rumah sakit,” jelas dia, Kamis (11/2/2021).
Sementara itu, Camat Antapani Rahmawati Mulia mengatakan Antapani saat ini berada di peringkat keenam dengan kasus positif aktif sebanyak 52 orang. Dengan indikator dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021, maka tidak ada RW di kecamatannya yang masuk di zona oranye atau merah.
"Saya telah berkoordinasi dengan para dokter maupun Kepala Bidang di Dinas Kesehatan, bahwa ternyata selama ini laporan itu per kasus, tapi kalau Instruksi Mendagri berdasarkan rumah, seperti di Antapani Kidul misalnya di satu RW, satu rumah 10 orang positif jadi kasusnya klaster keluarga," katanya.
Baca juga: Soal Suara Gemuruh di Bandung, BMKG Sebut Tak Ada Benda Luar Angkasa
Lihat Juga :