Sekjen MUI Nilai Pemerintah Tidak Adil Sikapi Kerumunan

Minggu, 17 Mei 2020 - 16:33 WIB
loading...
Sekjen MUI Nilai Pemerintah...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sikap pemerintah yang mendua terhadap larangan berkerumun dalam pencegahan virus Corona mendapat respons dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Anwar Abbas menyatakan, ada ironi yang sangat sulit diterima dengan akal sehat dalam usaha memutus mata rantai penyebaran Corona.

"Di satu sisi kita tegas dalam menghadapi masalah, tapi di sisi lain kita longgar sehingga usaha kita untuk membendung dan menghentikan secepatnya penyebaran virus Corona menjadi terkendala karena adanya ambivalensi sikap dari pemerintah yang tegas dengan rumah ibadah tapi tidak tegas dengan lainnya," ujar Anwar kepada SINDOnews, Minggu (17/5/2020).

Anwar mengatakan, setelah melihat dan mengkaji bahaya virus Corona ini serta serta kemudaratan yang bisa ditimbulkannya, MUI telah mengeluarkan fatwa agar umat Islam di daerah tidak melaksanakan salat yang berjamaah, seperti salat Jumat, lima waktu, serta Tarawih di masjid maupun musala. MUI juga mengimbau agar mengerjakannya di rumah saja.

Menurut Anwar, fatwa MUI ini oleh pihak pemerintah tampak sangat diperhatikan dan dipegang kuat sebagai dasar untuk mencegah orang berkumpul ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah. Dirinya merasa ini merupakan tindakan yang benar. ( Baca:Duh, Demi Upah Rp50 Ribu Tiga Orang Tewas Hirup Gas Sumur )

"Tapi yang menjadi pertanyaan mengapa pemerintah hanya tegas melarang orang untuk berkumpul di masjid, tapi tidak tegas dan tidak keras dalam menghadapi orang-orang yang berkumpul di pasar, di mal-mal, di bandara, di kantor-kantor, dan di pabrik-pabrik serta di tempat-tempat lainnya," ungkap Anwar.

Bahkan dia mengaku mendengar di beberapa daerah para petugas dengan memakai pengeras suara mengingatkan masyarakat untuk tidak berkumpul di masjid untuk melaksanakan salat Jumat dan salat jamaah serta tarawih di masjid karena berbahaya.

"Tetapi di wilayah dan daerah yang sama tidak ada petugas yang dengan pengeras suara mengimbau masyarakat di pasar, di mal, dijalan, di bandara, di kantor dan di pabrik dan sebagainya mengingatkan mereka supaya tidak berkumpul-kumpul karena berbahaya," tandas Anwar.
(ihs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUI Jabar Tegaskan Vasektomi...
MUI Jabar Tegaskan Vasektomi Tanpa Faktor Kedaruratan Medis Hukumnya Haram!
Terlalu Erotis dan Umbar...
Terlalu Erotis dan Umbar Napsu, MUI Jember Haramkan Joget Pargoy
Haramkan Permainan Capit...
Haramkan Permainan Capit Boneka, MUI Purworejo Libatkan NU dan Muhammadiyah
MUI Jawa Timur Haramkan...
MUI Jawa Timur Haramkan Paylater, Ini Penjelasannya
Ikuti Anjuran BPOM,...
Ikuti Anjuran BPOM, Alfamidi akan Tarik Semua Produk Kinderjoy
Kepemimpinan Jokowi...
Kepemimpinan Jokowi Bantu Kepala Daerah Tangani COVID-19
Kemendagri Kaji Fatwa...
Kemendagri Kaji Fatwa MUI soal Bangunan Berpenghuni Tak Layak Kena Pajak
Fatwa Munas MUI 2025:...
Fatwa Munas MUI 2025: Bumi dan Bangunan yang Dihuni Tak Layak Dikenakan Pajak Berulang
Munas ke-XI, MUI Terbitkan...
Munas ke-XI, MUI Terbitkan Fatwa Sembako Tak Boleh Dikenakan Pajak
Rekomendasi
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved