Hanya 7 Hari Whisnu Sakti Buana Jadi Wali Kota Surabaya, Ini Harapan Khofifah
Kamis, 11 Februari 2021 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi, tugas untuk melakukan PPKM Mikro secara komprehensif akan berseiring dengan berbagai ikhtiar dan kepercayaan investor. Baik dalam dan luar negeri utamanya di Kota Surabaya," pesan Khofifah dalam sambutannya.
Baca juga: Akali Petugas Rutan Medaeng, Tiga Tahanan Ini Sembunyikan Pil Koplo dalam Bumbu Pecel
Diketahui, realisasi investasi Jatim pada semester I 2020 tumbuh 59,2% dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy). Angka tersebut bahkan melebihi kinerja investasi nasional yang hanya mampu naik di kisaran 1,8 persen (yoy). Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada periode Januari – Juni 2020 ini, total investasi di Jatim senilai Rp51 triliun.
Rinciannya, penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp12,5 triliun. Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp38,4 triliun. Secara nasional, capaian ini menduduki peringkat kedua, setelah Jawa Barat (Jabar) yang mencatatkan angka realisasi Rp57,9 triliun. Di urutan ketiga bertengger DKI Jakarta dengan angka Rp50,2 triliun. “Selama ini, PMA yang masuk ke Jatim, yang terbesar adalah di Kota Surabaya,” ujar Khofifah.
Menindaklanjuti arahan Gubernur Khofifah, Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengaku siap menjalankan tugas seperti sebelum-sebelumnya. Secara khusus dirinya berharap agar Kota Surabaya bisa segera beralih dari zona orange menjadi zona kuning bahkan hijau. “Kita tentunya ingin Surabaya ini bisa segera pulih dari pandemi ini baik secara ekonomi maupun kesehatannya," katanya.
Baca juga: Akali Petugas Rutan Medaeng, Tiga Tahanan Ini Sembunyikan Pil Koplo dalam Bumbu Pecel
Diketahui, realisasi investasi Jatim pada semester I 2020 tumbuh 59,2% dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy). Angka tersebut bahkan melebihi kinerja investasi nasional yang hanya mampu naik di kisaran 1,8 persen (yoy). Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada periode Januari – Juni 2020 ini, total investasi di Jatim senilai Rp51 triliun.
Rinciannya, penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp12,5 triliun. Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp38,4 triliun. Secara nasional, capaian ini menduduki peringkat kedua, setelah Jawa Barat (Jabar) yang mencatatkan angka realisasi Rp57,9 triliun. Di urutan ketiga bertengger DKI Jakarta dengan angka Rp50,2 triliun. “Selama ini, PMA yang masuk ke Jatim, yang terbesar adalah di Kota Surabaya,” ujar Khofifah.
Menindaklanjuti arahan Gubernur Khofifah, Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengaku siap menjalankan tugas seperti sebelum-sebelumnya. Secara khusus dirinya berharap agar Kota Surabaya bisa segera beralih dari zona orange menjadi zona kuning bahkan hijau. “Kita tentunya ingin Surabaya ini bisa segera pulih dari pandemi ini baik secara ekonomi maupun kesehatannya," katanya.
(msd)
Lihat Juga :