Pembebasan Lahan Proyek Kereta Api Sulsel Ditarget Rampung Maret

Kamis, 11 Februari 2021 - 07:36 WIB
loading...
Pembebasan Lahan Proyek...
Pembebasan lahan proyek kereta api Trans Sulawesi diharap bisa rampung pada Maret ini. Foto: Sindonews/dok
A A A
MAKASSAR - Kantor Staf Presiden (KSP) turun tangan memonitor progres pembangunan Kereta Api (KA) Trans Makassar-Parepare . Proyek strategis nasional di Sulawesi Selatan (Sulsel) ini dinilai melambat penyelesaiannya.

Deputi I Staf Kepresiden, Febry Calvin Tetelepta menyesalkan, proyek Kereta Api Trans Sulawesi ini tak menunjukkan progres signifikan. Kendala soal pembebasan lahan belum juga rampung.

Kondisi itu dianggap sudah menjadi problem menahun. Akibatnya, konstruksi pembangunan mulai dari rel, hingga stasiun ikut terhambat. Presiden RI melalui KSP, mendesak percepatan pembangunan KA di Sulsel .

Baca Juga: Gubernur dan Menhub Rapat Virtual Bahas Progres Jalur Kereta Api Sulsel

"Kita melihat masalah yang paling penting adalah ruas-ruas lahan yang harus dibebaskan dengan baik," ucap Febry usai rapat koordinasi terkait proyek KA Trans Sulawesi di kantor Gubernur Sulsel, Rabu, (10/02/2021).

Dalam rapat tersebut, Febry sempat menunjukkan kegeramannya karena pembebasan lahan masih tersendat. Dari laporan dalam rapat, penyediaan lahan jalur kereta api masih bersoal di Kabupaten Maros dan Pangkep.

"Makanya tadi saya sudah pastikan bahwa masalah lahan harus selesai bulan Maret. Harus tuntas (pembebasan lahan sampai Makassar). Oleh sebab itu kita dorong 2023 proses ini sudah selesai semua," imbuhnya.

Dia optimistis permasalahan lahan bisa tuntas sesuai target. Asal, koordinasi antarpemerintah daerah terus dijalankan. Penyelesaian proyek strategis nasional ini butuh dukungan semua pihak.

Dia menjelaskan, proyek Kereta Api Makassar-Parepare bakal mendukung konektivitas antardaerah. Bahkan menumbuhkan perekonomian di Sulsel. Makanya, dia berharap pembangunanya diselesaikan. Sebab mendatangkan keuntungan bagi pemerintah daerah sendiri.

Baca Juga: Komisi V DPR RI Tinjau Pengerjaan Rel Kereta Api Trans Sulsel

Makanya Presiden RI, kata Febry, menaruh harapan besar terhadap proyek ini. Dia ingin, Kereta Api Trans Makassar-Parepare dengan panjang jalur utama total 142 kilometer (Km) bisa rampung untuk fungsional sebelum tahun 2024.

"Prinsipnya bahwa semua program ketika masuk dalam program strategis nasional , dia harus selesai sebelum Presiden Jokowi turun (masa jabatan berakhir). Jadi 2024 sudah harus selesai semua," tegas Febry.

Khusus di Kota Makassar, KA Trans Sulawesi ini pun rencananya akan terhubung dengan Makassar New Port (MNP). Pembebasan lahan untuk mendukung konektivitas ke pelabuhan pun sudah harus disiapkan, yang juga terhubung dengan jalan tol.

"Terhadap Makassar New Port, ada isu yang prinsip yang kita selesaikan tadi adalah bahwa akses keluar jalan ke pelabuhan, selama inikan melewati pasar maupun jalan sempit. Oleh sebab itu kami putuskan tadi Pelindo IV akan membebaskan lahan kurang lebih 1,5 kilometer untuk menjadi konektivitas masuk ke jalan tol," paparnya.

Untuk itu, dia mendorong penetapan lokasi lahan oleh Pemprov Sulsel dipercepat, sementara bina marga melakukan desain konstruksi. Sementara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bertanggung jawab mendukung konektivitas pelabuhan itu tembus ke tol.

"Ke depan dalam desain Makassar New Port akan menjadi pelabuhan ekspor terbesar untuk masuk ke Asia Timur, maupun ke Australia. Sehingga dia menjadi penghubung bagi Indonesia Timur dalam ekspor di kawasan kita di Indonesia Timur," harap Febry.

Baca Juga: Perjalanan Kereta Api di Wilayah Semarang Terganggu, Ini Penjelasan KAI

Sementara Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi mengaku, adanya penolakan warga menjadi kendala pembebasan lahan di daerah. Utamanya di Kabupaten Pangkep dan Maros.

"Kami sebetulnya berharap aparat pemerintah daerah itu bersama-sama kita bagaimana menyelesaikan ini. Namanya orang menolak itu membujuknya itukan yang agak lambat. Karena kita persuasif orang per orang," keluh dia

Selain persuasif kepada warga pemilik lahan, pembebasan lahan juga ditempuh melalui upaya konsinyasi dengan cara menitip uang pembebasan lahan di pengadilan. Masyarakat yang tak setuju dengan ganti rugi atau tanah yang bersoal kepemilikannya akan menyelesaikan di pengadilan.

"Saya sampaikan bahwa di Pangkep itu 92% sudah dititip uangnya secara hukum," sebut Jumardi. Sementara di Kabupaten Maros progres pengadaan lahan baru 55%. Kendati begitu, dia optimistis dalam waktu dekat bisa tuntas sampai 70%.

"Tergantung keinginan kita semua itukan. Saya kan targetnya (pembebasan lahan) memang begitu (tuntas Maret)," sambung dia.

Baca Juga: Wamen ATR/BPN Puji Capaian Proyek Kereta Api di Barru dan Pangkep

Diketahui, proyek KA Trans Sulawesi baru rampung sejauh 47 kilometer sejak mulai dibangun 2015 lalu. Dengan jalur yang melalui Tanete Rilau-Palanro di Kabupaten Barru. Dengan termasuk 5 stasiun, yakni Stasiun Palanro, Takkalasi, Mangkoso, Barru, dan Stasiun Tanete Rilau.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Jogja Tujuan Favorit...
Jogja Tujuan Favorit Penumpang Kereta Api dari Jakarta saat Liburan
Pejalan Kaki Tewas Tertemper...
Pejalan Kaki Tewas Tertemper KA Cikarang-Kampung Bandan di Bekasi
Sambut Libur Panjang...
Sambut Libur Panjang Iduladha, KAI Daop 1 Jakarta Operasikan 9 Kereta Api Tambahan
KA Jaka Tingkir dan...
KA Jaka Tingkir dan KA Serayu Anjlok di Stasiun Pasar Senen, 6 Perjalanan Kereta Terlambat
Libur Kenaikan Yesus...
Libur Kenaikan Yesus Kristus, Penumpang Kereta Api Membeludak Tembus 196.302 Orang
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
8 Tips Beli Tiket Kereta...
8 Tips Beli Tiket Kereta Jakarta-Jogja Murah Untuk Liburan Hemat
Rekomendasi
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Selasa 3 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved