Di tengah Ganasnya COVID-19, Sri Sultan HB X Kembali Lakukan Sapa Aruh, Ada Apa?
Selasa, 09 Februari 2021 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pasuruan Gempar, Sedang Melaju di Depan Pasar Tiba-tiba Motor Matik Terbakar Hebat
Dijelaskannya, meski protokol kesehatan itu penting, tapi hak tersebut belum cukup. Karena itu dia juga mengajak seluruh otoritas terkait untuk mendayagunakan seluruh sumberdaya, yaitu rekruitmen tambahan tenaga kesehatan, pemanfaatan sumber dana, sarana pendukung untuk isolasi mandiri dengan alih fungsi hotel , pendekatan yang tepat tujuan, serta penggunaan teknologi tepat guna dan berbiaya murah, seperti GeNose C19 temuan UGM.
Terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) , Sultan menyatakan, hal tersebut mengandalkan pada ketangguhan RT atau Dusun sebagai basis ketahanan sosial. Sebagai satuan komunitas sosial terkecil, akan lebih sederhana dan relatif mudah dalam pelaksanaannya.
"Karena, saya anggap komunitasnya masih berpegang pada kearifan lokal sebagai dasar tindakan. Maka, hidupkanlah terus tenggang rasa antar tetangga dengan kemauan siap berbagi atas dasar peduli dan melindungi ," tandas dia. Baca juga: Celana Istri Muda Robek Saat Suami Rebut Kunci Kamar Kos dan Paksa Bersetubuh
Menurut Sultan, Sapa Aruh dengan saling menyapa atas kondisi kesehatan dan keselamatan tetangga sangat penting untuk meningkatkan kesiap-siagaan warga. Guyub Rukun, dengan mengedepankan semangat gotong royong dalam menghadapi COVID-19 serta berbagai dampaknya.
Mengingat kondisi pandemi COVID-19 kian meluas, suami GKR Hemas meminta setiap warga perlu memberdayakan diri dengan sistem kelompok Jaga Warga, agar terbangun RT atau Dusun Siaga Tangguh melalui kesepakatan bersama. "Diperlukan kesigapan setiap warga dengan penanganan yang cepat dan tepat untuk memutus rantai penularan COVID-19 dan mencegah jatuhnya korban," imbuhnya.
Dijelaskannya, meski protokol kesehatan itu penting, tapi hak tersebut belum cukup. Karena itu dia juga mengajak seluruh otoritas terkait untuk mendayagunakan seluruh sumberdaya, yaitu rekruitmen tambahan tenaga kesehatan, pemanfaatan sumber dana, sarana pendukung untuk isolasi mandiri dengan alih fungsi hotel , pendekatan yang tepat tujuan, serta penggunaan teknologi tepat guna dan berbiaya murah, seperti GeNose C19 temuan UGM.
Terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) , Sultan menyatakan, hal tersebut mengandalkan pada ketangguhan RT atau Dusun sebagai basis ketahanan sosial. Sebagai satuan komunitas sosial terkecil, akan lebih sederhana dan relatif mudah dalam pelaksanaannya.
"Karena, saya anggap komunitasnya masih berpegang pada kearifan lokal sebagai dasar tindakan. Maka, hidupkanlah terus tenggang rasa antar tetangga dengan kemauan siap berbagi atas dasar peduli dan melindungi ," tandas dia. Baca juga: Celana Istri Muda Robek Saat Suami Rebut Kunci Kamar Kos dan Paksa Bersetubuh
Menurut Sultan, Sapa Aruh dengan saling menyapa atas kondisi kesehatan dan keselamatan tetangga sangat penting untuk meningkatkan kesiap-siagaan warga. Guyub Rukun, dengan mengedepankan semangat gotong royong dalam menghadapi COVID-19 serta berbagai dampaknya.
Mengingat kondisi pandemi COVID-19 kian meluas, suami GKR Hemas meminta setiap warga perlu memberdayakan diri dengan sistem kelompok Jaga Warga, agar terbangun RT atau Dusun Siaga Tangguh melalui kesepakatan bersama. "Diperlukan kesigapan setiap warga dengan penanganan yang cepat dan tepat untuk memutus rantai penularan COVID-19 dan mencegah jatuhnya korban," imbuhnya.
Lihat Juga :