Banjir Semarang, Tim SAR Gabungan dan Ditpolairud Polda Jateng Berjibaku Evakuasi Korban
Minggu, 07 Februari 2021 - 15:27 WIB
loading...
Tim SAR gabungan bersama Ditpolairud, dan Satbrimob Polda Jateng, melakukan evakuasi warga terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet. Foto/Dok. Ditpolairud Polda Jateng
A
A
A
SEMARANG - Hujan ekstrem yang mengguyur Kota Semarang, dan sekitarnya sejak Jumat (5/2/2021) malam hingga Minggu (7/2/2021) siang ini, masih mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Semarang terendam banjir .
Baca juga: Banjir Semarang Rendam Obyek Vital, Menhub: Harus Ada Upaya Menyelesaikannya
Tim SAR gabungan bersama Ditpolairud dan Satbrimob Polda Jateng pun berjuang keras melakukan evakuasi terhadap masyarakat, dan tenaga kesehatan yang terdampak banjir dengan menggunakan truk dinas dan perahu karet, Minggu (7/2/2021).
"Saya memerintahkan Tim SAR Ditpolairud Polda Jateng , untuk bergerak menuju beberapa titik banjir di wilayah Kota Semarang, dari hari Sabtu-Minggu (6-7/2/2021) di Stasiun Tawang, Bandarharjo, Betok, seputar Kota Lama, kampus USM, Unissula dan RSI Sultan Agung," kata Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Raden Setijo Nugroho.
Baca juga: Remaja Bali Tewas Tertusuk Keris Saat Bawakan Tarian Sakral, Keluarga: Jangan Ada Korban Lagi
Dalam kondisi hujan deras hari ini, KBO AKBP Jodi bersama Tim SAR Ditpolairud Polda Jateng masih berlanjut mengevakuasi masyarakat, mahasiswa, dosen dan tenaga kesehatan beserta logistik yang terdampak banjir di Unissula dan RSI Sultan Agung dengan kedalaman air kisaran 1,30 Meter.
![Banjir Semarang, Tim SAR Gabungan dan Ditpolairud Polda Jateng Berjibaku Evakuasi Korban]()
Sedangkan di Pantai Marina, didirikan Posko SAR Polda Jateng dalam rangka pencarian korban nelayan mangkang yang hilang pada saat mencari ikan, dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Raden Setijo Nugroho, bersama Kasubdit Patroli Airud Polda Jateng, AKBP Daryanto.
"Selain itu, kami mengimbauan kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah, dan selalu waspada dengan curah hujan yang tinggi ," ujarnya. Baca juga: Tangis Histeris Keluarga Pecah, Saat Tatang Firmansyah Pulang Tinggal Nama
Baca juga: Banjir Semarang Rendam Obyek Vital, Menhub: Harus Ada Upaya Menyelesaikannya
Tim SAR gabungan bersama Ditpolairud dan Satbrimob Polda Jateng pun berjuang keras melakukan evakuasi terhadap masyarakat, dan tenaga kesehatan yang terdampak banjir dengan menggunakan truk dinas dan perahu karet, Minggu (7/2/2021).
"Saya memerintahkan Tim SAR Ditpolairud Polda Jateng , untuk bergerak menuju beberapa titik banjir di wilayah Kota Semarang, dari hari Sabtu-Minggu (6-7/2/2021) di Stasiun Tawang, Bandarharjo, Betok, seputar Kota Lama, kampus USM, Unissula dan RSI Sultan Agung," kata Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Raden Setijo Nugroho.
Baca juga: Remaja Bali Tewas Tertusuk Keris Saat Bawakan Tarian Sakral, Keluarga: Jangan Ada Korban Lagi
Dalam kondisi hujan deras hari ini, KBO AKBP Jodi bersama Tim SAR Ditpolairud Polda Jateng masih berlanjut mengevakuasi masyarakat, mahasiswa, dosen dan tenaga kesehatan beserta logistik yang terdampak banjir di Unissula dan RSI Sultan Agung dengan kedalaman air kisaran 1,30 Meter.

Sedangkan di Pantai Marina, didirikan Posko SAR Polda Jateng dalam rangka pencarian korban nelayan mangkang yang hilang pada saat mencari ikan, dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Raden Setijo Nugroho, bersama Kasubdit Patroli Airud Polda Jateng, AKBP Daryanto.
"Selain itu, kami mengimbauan kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah, dan selalu waspada dengan curah hujan yang tinggi ," ujarnya. Baca juga: Tangis Histeris Keluarga Pecah, Saat Tatang Firmansyah Pulang Tinggal Nama
(eyt)
Lihat Juga :