Remaja Bali Tewas Tertusuk Keris Saat Bawakan Tarian Sakral, Keluarga: Jangan Ada Korban Lagi
Minggu, 07 Februari 2021 - 14:56 WIB
loading...
Duka mendalam menyelimuti keluarga IGede NEP (16) yang tewas tertusuk keris saat membawakan tarian sakral dalam ritual adat. Foto/SINDOnews/Miftahul Chusna
A
A
A
DENPASAR - Seorang remaja di Denpasar, Bali, I Gede NEP (16), tewas tertusuk keris saat membawakan tarian sakral dalam sebuah ritual adat. Petaka itu kini menyisakan penyesalan dari keluarga.
Baca juga: Jenazah Penari Rangda yang Tewas Tertusuk Keris saat Ritual Napak Pertiwi Diaben
"Kalau bisa dibayar, kami akan usahakan dengan uang supaya cucu kami kembali ," kata Nyoman Suardana, juru bicara keluarga, Minggu (8/2/2021).
Suardana yang juga kakek korban mengaku sangat kehilangan. Apalagi Gede merupakan cucu terbaiknya. "Kami yang punya cucu, yang punya keluarga betul-betul merasa kehilangan ," imbuhnya.
Dia menuturkan, sejak kecil korban sudah punya talenta seni pengembangan tradisi yang luar biasa. Bakat itu dikembangkan di bangku sekolah sebuah SMK di Badung.
Suardana begitu menyayangkan cucunya yang masih anak-anak diperbolehkan membawakan Tari Rangda . Seharusnya anak seusia korban belum layak mementaskan tarian sampai setingkat itu, karena terlalu berisiko.
Baca juga: Jenazah Penari Rangda yang Tewas Tertusuk Keris saat Ritual Napak Pertiwi Diaben
"Kalau bisa dibayar, kami akan usahakan dengan uang supaya cucu kami kembali ," kata Nyoman Suardana, juru bicara keluarga, Minggu (8/2/2021).
Suardana yang juga kakek korban mengaku sangat kehilangan. Apalagi Gede merupakan cucu terbaiknya. "Kami yang punya cucu, yang punya keluarga betul-betul merasa kehilangan ," imbuhnya.
Dia menuturkan, sejak kecil korban sudah punya talenta seni pengembangan tradisi yang luar biasa. Bakat itu dikembangkan di bangku sekolah sebuah SMK di Badung.
Suardana begitu menyayangkan cucunya yang masih anak-anak diperbolehkan membawakan Tari Rangda . Seharusnya anak seusia korban belum layak mementaskan tarian sampai setingkat itu, karena terlalu berisiko.
Lihat Juga :