Ingin Dilayani Tanpa Bayar, Pelanggan Tusuk Leher Terapis Pijat hingga Tewas
Jum'at, 05 Februari 2021 - 19:33 WIB
loading...
Lokasi pembunuhan terapis wanita di tempat pijat Berkah, di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A
A
A
MOJOKERTO - Motif pembunuhan Santi (35) terapis pijat wanita di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto , Jawa Timur perlahan mulai terkuak. Diduga, pelaku enggan membayar usai dipijat oleh Santi.
Baca juga: Celana Tertinggal di TKP, Pembunuh Santi Terapis Pijat di Mojokerto Kabur Telanjang
Hal itu disampaikan Kapolres Kota (Kapolresta) Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi. Pasca polisi melakukan serangkaian penyelidikan kasus pembunuhan terapit pijat asal Lohceret, Kabupaten Nganjuk itu.
Baca juga: 2 Wanita Cantik Terapis Pijat di Mojokerto Ditemukan Bersimbah Darah, 1 Tewas
"Dugaan sementara bahwa pelaku ini tidak membayar kepada jasa terapis atau si korban," kata AKBP Deddy Supriyadi, Jumat (5/2/2021).
Dugaan tersebut juga diperkuat dengan kesaksian Tatik (47) asal Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Saat peristiwa pembunuhan itu, Tatik berada di lokasi. Ia juga menjadi korban penganiayaan dan mengalami luka di bagian telinga sebelah kiri.
"Kemungkinan, karena korban meminta paksa terjadilah penganiayaan tersebut. Kemudian korban kabur, setelah melakukan penganiayaan itu," terang Deddy.
Baca juga: Celana Tertinggal di TKP, Pembunuh Santi Terapis Pijat di Mojokerto Kabur Telanjang
Hal itu disampaikan Kapolres Kota (Kapolresta) Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi. Pasca polisi melakukan serangkaian penyelidikan kasus pembunuhan terapit pijat asal Lohceret, Kabupaten Nganjuk itu.
Baca juga: 2 Wanita Cantik Terapis Pijat di Mojokerto Ditemukan Bersimbah Darah, 1 Tewas
"Dugaan sementara bahwa pelaku ini tidak membayar kepada jasa terapis atau si korban," kata AKBP Deddy Supriyadi, Jumat (5/2/2021).
Dugaan tersebut juga diperkuat dengan kesaksian Tatik (47) asal Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Saat peristiwa pembunuhan itu, Tatik berada di lokasi. Ia juga menjadi korban penganiayaan dan mengalami luka di bagian telinga sebelah kiri.
"Kemungkinan, karena korban meminta paksa terjadilah penganiayaan tersebut. Kemudian korban kabur, setelah melakukan penganiayaan itu," terang Deddy.
Lihat Juga :