OTK Serang Pos Polisi di Papua, 1 Anggota Kritis dan Sejumlah Senpi Hilang
Sabtu, 16 Mei 2020 - 19:55 WIB
loading...
Seorang aparat kepolisian dilaporkan kritis dan tiga senpi hilang dalam penyerangan pos polisi di Kabupaten Paniai, Papua. Foto/Ilustrasi
A
A
A
PANIAI - Pos Polisi 99 Ndeotadi Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua, diserang oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (15/5/2020) malam. Penyerangan tersebut dilakukan saat pos polisi hanya dijaga seorang aparat dari tiga aparat lain yang sementara melakukan pertemuan di rumah warga.
Akibat penyerangan tersebut, seorang aparat kepolisian yakni Briptu Cristian Paliling dilaporkan kritis. Selain itu, sejumlah senjata api atau senpi dilaporkan hilang, terdiri dari AK-47 dan 2 pucuk senjata SS1 V1 dibawa kabur pelaku.
Baca Juga: Warga Papua Serahkan Senjata Api dan Amunisi ke Satgas Yonif 411/Pdw
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal mengatakan sebetulnya korban tidak sendiri, tapi bersama tiga orang rekannya yang lain, yakni Briptu Irvan, Bripda Ganda, dan Bripda Aldi. Namun saat peristiwa penyerangan, rekan korban tengah melakukan pertemuan bersama masyarakat di salah satu rumah warga.
"Sehingga hanya Briptu Cristian Paliling sedang berada di Pospol 99 tiba-tiba datang sejumlah masyarakat dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban serta merampas Senjata Api inventaris Pospol 99 tersebut," ujar Kamal, Sabtu (16/5/2020) malam.
Kapolres Paniai, AKBP A Wakhid P Utomo, langsung meninjau ke TKP untuk melakukan penyelidikan awal dan mengevakuasi korban ke Nabire menggunakan Pesawat Helly PK-USS9.
"Pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIT, Korban Briptu Cristian Paliling tiba di Bandara Douw Aturure Nabire dengan menggunakan pesawat Helly. Korban langsung dibawa ke RSUD Nabire untuk menjalani perawatan," sebut Kamal.
Akibat penyerangan tersebut, seorang aparat kepolisian yakni Briptu Cristian Paliling dilaporkan kritis. Selain itu, sejumlah senjata api atau senpi dilaporkan hilang, terdiri dari AK-47 dan 2 pucuk senjata SS1 V1 dibawa kabur pelaku.
Baca Juga: Warga Papua Serahkan Senjata Api dan Amunisi ke Satgas Yonif 411/Pdw
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal mengatakan sebetulnya korban tidak sendiri, tapi bersama tiga orang rekannya yang lain, yakni Briptu Irvan, Bripda Ganda, dan Bripda Aldi. Namun saat peristiwa penyerangan, rekan korban tengah melakukan pertemuan bersama masyarakat di salah satu rumah warga.
"Sehingga hanya Briptu Cristian Paliling sedang berada di Pospol 99 tiba-tiba datang sejumlah masyarakat dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban serta merampas Senjata Api inventaris Pospol 99 tersebut," ujar Kamal, Sabtu (16/5/2020) malam.
Kapolres Paniai, AKBP A Wakhid P Utomo, langsung meninjau ke TKP untuk melakukan penyelidikan awal dan mengevakuasi korban ke Nabire menggunakan Pesawat Helly PK-USS9.
"Pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIT, Korban Briptu Cristian Paliling tiba di Bandara Douw Aturure Nabire dengan menggunakan pesawat Helly. Korban langsung dibawa ke RSUD Nabire untuk menjalani perawatan," sebut Kamal.
Lihat Juga :