Bule Cantik Adriana Dibunuh, Pukulan Sapu Dibalas Tikaman Pisau

loading...
Bule Cantik Adriana Dibunuh, Pukulan Sapu Dibalas Tikaman Pisau
Aksi Lorens Parera (30) menghabisi Adriana Simeonova (29), bule cantik asal Slovakia benar-benar sadis. Dia membunuh hanya karena diusir dan dipukul sapu. Foto/Ist
DENPASAR - Aksi Lorens Parera (30) menghabisi Adriana Simeonova (29), bule cantik asal Slovakia benar-benar sadis. Hanya karena diusir dan dipukul sapu, ia tega membunuh gadis yang dicintainya di Denpasar, Bali .

Baca juga: Bule Cantik Slovakia Dibunuh Pacarnya di Bali Lantaran 3 Kali Tak Beri Maaf
Bule Cantik Adriana Dibunuh, Pukulan Sapu Dibalas Tikaman Pisau
Hal itu terungkap dari pemeriksaan lanjutan penyidik, Jumat (22/1/2021). "Tersangka mengaku dipukul pakai sapu lalu disuruh pergi alias diusir. Dia tidak terima, langsung menusukkan pisau ke leher korban," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Baca juga: Kisah Bule Cantik Adriana, Pecinta Laut Raja Ampat dan Bali, Tewas Dihabisi Kekasih
Bule Cantik Adriana Dibunuh, Pukulan Sapu Dibalas Tikaman Pisau
Peristiwa itu terjadi Senin (18/1/2021) malam sekitar pukul 19.30 Wita. Parera ketika itu mendatangu rumah kontrakan Adriana di Jalan Pengiasan III Nomor 88 Sanur, Denpasar, Bali.

Baca juga: Cewek Bule Slovakia Tewas Dibunuh di Bali, Ada Luka Fatal di Leher



Pria asal Papua itu untuk ketiga kalinya datang setelah sebulan lalu diputuskan cintanya oleh Adriana. Ia bermaksud untuk minta maaf dan berharap gadis pujaannya itu mau kembali kepadanya.

Namun gayung tak bersambut. Adriana justru mengusir sambil memukulkan sapu ke arah Parera. "Tersangka naik pitam lalu menusukkan pisau hingga memutuskan pembuluh darah di leher korban," ungkap Jansen.

Parera lalu mengambil handphone korban lantas dipatahkan dan dibuang ke samping rumah. Tujuannya untuk menghilangkan jejak. "Dalam waktu tiga jam, tersangka berhasil kita tangkap," imbuh Jansen.



Hingga kini, jenazah Adriana masih berada di RSUP Sanglah, Denpasar. "Keluarga korban sudah kita hubungi melalui pihak konsulat. Kita masih menunggu persetujuan keluarga untuk autopsi," ujar Jansen.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top