Dewan Dukung Pemangkasan Tenaga Kontrak yang Tidak Produktif

Kamis, 21 Januari 2021 - 07:37 WIB
loading...
Dewan Dukung Pemangkasan...
DPRD Kota Makassar mendukung rencana pemangkasan tenaga kontrak berkinerja buruk. Foto: Ilustrasi.
A A A
MAKASSAR - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk memangkas sejumlah tenaga kontrak kontra-produktif mendapat dukungan penuh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Setidaknya ada sebanyak 240 tenaga kontrak yang masuk dalam radar pemangkasan setelah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar melakukan evaluasi kinerja.

Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Makassar , Kasrudi menjelaskan upaya pemangkasan itu sebagai langkah yang dinilai krusial dalam meningkatkan etos kerja di awal tahun.

"Kita setuju, ini memang harus dievaluasi, mumpung lagi awal tahun kan kinerja ini sudah harus prima dari awal. Jadi selama itu baik, kita DPRD pasti akan sangat setuju," katanya kepada SINDOnews, Rabu (20/1/2021).

Evaluasi tersebut sekaligus menjadi penyegaran kembali data-data tenaga kontrak yang aktif. Karena tidak menutup kemungkinan di sejumlah OPD masih terdapat tenaga-tenaga fiktif yang justru berpotensi besar menggerogoti APBD Kota Makassar.

"Ini memang perlu dievaluasi jangan sampai ada juga tenaga yang fiktif atau bagaimana, biar pemerintahan ini sehat dan bisa berjalan optimal," lanjut legislator Gerindra ini.

Baca Juga: 204 Tenaga Kontrak di Pemkot Makassar Terancam Dipangkas

Meski demikian, seleksi pemangkasan tersebut harus dilakukan seobjektif mungkin. Karena tenaga kontrak dinilai memiliki peran krusial di dalam pemerintahan. Kasrudi pun mengaku pihaknya siap untuk menerima keluhan jika terdapat tenaga kontrak yang merasa keberatan atas keputusan pemangkasan tersebut.

"Yang jelas kita ini buka posko pengaduan, kita DPRD selalu menerima keluhan masyarakat jika memang ada yang bermasalah," katanya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar , Nunung Dasniar mengatakan persoalan tersebut merupakan wacana klasik yang kerap sunter diributkan, namun hingga kini masih kurang realisasi.

Praktik-praktik nepotisme disebutnya masih banyak terjadi di lapangan. Tenaga kontrak yang direkrut tidak kompeten sehingga pelayanan di pemerintahan berjalan kurang optimal.

"Inikan sudah tiap tahun, tapi tidak selesai-selesai. BKD harus tegas, jangan karena takut pada orang yang menitipkan honorer itu," katanya, Selasa (19/1/2021).

Nunung mengatakan, cukup banyak tenaga yang lebih berkompeten mendorong kinerja pemerintah tapi justru tidak mendapat kesempatan kerja akibat praktik nepotisme tersebut. Sehingga pemerintah diminta lebih objektif dalam proses seleksi kedepannya.

"Banyak yang mau bekerja, mengabdi di pemerintah. Tetapi karena tidak ada akses, tidak ada keluarga di dalam. Makanya tidak bisa masuk. Ini juga penyebab mengapa banyak honorer yang membangkang, malas, mau-maunya karena merasa ada yang melindungi," pungkas Nunung.

Baca Juga: Kinerja Dievaluasi, Tenaga Kontrak yang Dinilai Malas Bakal Dipecat
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
Nasib Tenaga Kontrak...
Nasib Tenaga Kontrak Tak Lolos Seleksi PPPK, DPRD Kota Bekasi Desak Ada Solusi
RS Vertikal Makassar...
RS Vertikal Makassar Milik Pemerintah Kini Miliki Fasilitas AC VRF
Puncak Makassar Eight...
Puncak Makassar Eight Festival Dipindahkan ke Tugu MNEK, Ini Alasannya
Pemkot Makassar Terapkan...
Pemkot Makassar Terapkan Layanan Publik Berbasis Metaverse, Mendagri Beri Pujian
Musim Transisi, BPBD...
Musim Transisi, BPBD Makassar: Waspada Banjir dan Angin Kencang!
BPJS Kesehatan Buka...
BPJS Kesehatan Buka Lowongan PATT 2026, Lulusan D3–S1 Bisa Daftar
Pertepedesia: Pelanggaran...
Pertepedesia: Pelanggaran TPP Masih Debatable tapi Sudah Disanksi
Menegakkan Kepastian...
Menegakkan Kepastian Hukum dan Keberlakuan Non-Retroaktif dalam Status TPP Desa sebagai Caleg
Rekomendasi
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Berita Terkini
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved