Culik dan Bunuh Anak Pejabat, Tersangka Ini dengan Tenang Peragakan 40 Adegan

loading...
Culik dan Bunuh Anak Pejabat, Tersangka Ini dengan Tenang Peragakan 40 Adegan
Tersangka JF memperagakan saat menampar korban hingga jatuh, dan kemudian membenturkan kepala korban ketembok hingga tewas. Foto/SINDOnews/Nilakusuma
KARAWANG - Polres Karawang melakukan pra rekontruksi kasus pembunuhan Fathan, mahasiswa semester III Universitas Telkom Bandung, Selasa (19/1/21). Dalam pra rekontruksi itu, tersangka memperagakan 40 adegan pembunuhan.

Baca juga: Penculik dan Pembunuh Anak Pejabat yang Gemparkan Karawang Ditangkap, Ini Lokasi Ekskusinya

Peragaan adegan pembunuhan sadis itu, dimulai saat mereka masuk kamar kontrakan di Dusun Cilalung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, hingga korban dibunuh. Polisi menutup akses masuk ke rumah kontrakan, karena massa membeludak ingin melihat tersangka.

"Hari ini kami melakukan pra rekontruksi kasus pembunuhan korban Fathan dengan tersangka JF. Rekontruksi ini untuk menyesuaikan keterangan tersangka dan bukti -bukti yang ada. Ada sebanyak 40 adegan yang diperagakan tersangka, hingga korban di buang ke Cilamaya Kulon," kata Kapolres Karawang AKBP, Rama Samtama Putera, Selasa (19/1/21).





Menurut Rama, pra rekontruksi dilakukan di delapan tempat kejadian perkara (TKP). Adegan pertama di rumah kontarakan tersangka di Dusun Cilalung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari. Di situ tersangka dan korban sebelumnya ngobrol, kemudian terjadi pertengkaran dan perkelahian hingga akhirnya korban dibunuh .

Baca juga: Baru Sehari Diburu Imigrasi, Orang Amerika yang Ajak Pindah Bule ke Bali Ditemukan



Kemudian TKP lain seperti di Jembatan Tamelang, saat tersangka membuang pakaian korban di irigasi. Dilanjutkan dengan TKP di Perumahan Villa Karawang, saat tersangka JF mengirim pesan WhatsApp (WA) kepada orang tua korban, meminta uang Rp400 juta. "Di rumah itu, tersangka JF menceritakan peristiwa pembunuhan kepada tersangka HA ," katanya.

Baca juga: Pasuruan Gempar, Beredar Video Mesum Pasangan Sejoli di Tempat Sakral

Menurut Rama dari hasil pra rekontruksi ditemukan fakta ternyata tersangka HA tidak ada di rumah kontrakan saat terjadi pembunuhan . Tersangka HA datang setelah korban tewas. "Tersangka JF meralat keterangan sebelumnya, yang menyebut tersangka HA ada di depan kamar saat kejadian," katanya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top