Kasus COVID-19 Masih di Atas 1.000, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

loading...
Kasus COVID-19 Masih di Atas 1.000, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang
Pekan pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Semarang, Jawa Tengah, belum cukup ampuh untuk menekan angka kasus COVID-19. Foto SINDOnews
SEMARANG - Pekan pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) diKota Semarang, Jawa Tengah, belum cukup ampuh untuk menekan angka kasus COVID-19. Hingga kini masih tercatat rata-rata di atas 1.000 kasus per hari.

“Meskipun secara umum jumlah penderita COVID-19-nya stagnan masih di atas 1.000 (kasus) tapi kecenderungan untuk peningkatan penderita per hari selama 10 hari ini turun,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Baca juga: Atasi Banjir, Wali Kota dan Bupati Semarang Diminta Bertemu

“Dari mulai 245 (kasus) rata-rata, sekarang sudah 150-an (kasus) tiap hari. Jadi sudah mulai menurun. Kta lihat perkembangan seminggu ini mudah-mudahan semakin menurun terus, dan juga jumlah total penderita juga semakin berkurang,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Hendi itu menambahkan, meski angka penderita tiap hari cenderung berkurang namun jumlah total kasusnya belum menurun. Sebab, banyak penderita dari luar kota yang turut dirawat di Kota Semarang.



“Ya penderitanya semakin menurun penambahan per harinya. Kalau jumlah totalnya hari ini masih stagnan di atas 1.000, 1.045, 1.022, 1.029. jadi masih di atas 1.000 (kasus). Pertanyaannya, lho kalau penderita setiap hari menurun, kok jumlahnya masih tetap? Iya, angka penderita dari luar kota yang dirawat di Semarang kecenderungannya meningkat,” lugasnya. Baca juga:
Sepekan PPKM Kota Semarang, 115 Unit Usaha Disegel Petugas

“Di bawah tanggal 10 Januari yang 27,2% dari total penderita, hari ini sudah mencapai 31%. Jadi penderita luar kota yang masuk ke Semarang semakin meningkat. Tapi enggak apa-apa tetap kita upayakan koordinasi dengan pihak rumah sakit, termasuk di Diklat, rumah dinas, dan juga di Islamic Center untuk bisa menangani masyarakat yang memang membutuhkan pertolongan perawatan terhadap COVID-19 ,” beber dia.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top