Satu Keluarga Asal Pasuruan Nekat Rampok Toko Sembako, Seorang Pelaku Hamil 8 Bulan
Jum'at, 15 Januari 2021 - 18:04 WIB
loading...
Aparat Polsek Poncokusumo saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) toko sembako milik Dewi Masitoh yang dirampok oleh satu keluarga asal Pasuruan. Foto: Istimewa
A
A
A
MALANG - Satu keluarga asal Pasuruan nekat merampok sebuah toko sembako di Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, milik Dewi Masitoh (66). Perampokan yang disertai ancaman ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (14/1/2021).
Kapolsek Poncokusumo AKP M. Lutfi membenarkan peristiwa perampokan yang dilakukan satu keluarga asal Pasuruan. Dimana pelaku yang terdiri dari ibu berinisial S (35) dan ayah berinisial S (43), serta menantunya berinisial IS (29), dan anaknya berinisial IM (21). Baca juga: Jalur Wisata Bromo di Tosari dan Ngadiwono Pasuruan Diterjang Longsor
"Korban saat itu sendirian di toko saat akan pulang dan toko sudah tutup, tiba-tiba masuk dua orang perempuan dan alasan mau beli kerupuk, karena sudah tutup korban memberi tahu supaya keluar toko," ungkap M. Lufti saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Jumat sore (15/1/2021).
Kemudian kedua perempuan ini beralasan mencari handphone-nya yang terjatuh di dalam toko. Saat itu, korban mempersilakan kedua perempuan yang merupakan ibu dan anak berinisial S dan IM ini masuk ke dalam toko. Saat itulah salah seorang pelaku IM, mendorong korban dan langsung membekap wajah korban.
Selanjutnya pelaku mengikat korbannya dengan tali rafia yang ada di dalam toko sembako tersebut. "Pelaku mengancam akan membunuh korban bila berteriak dan langsung mengikat korbannya di leher dengan tali rafia," ucapnya. Baca juga: Gempa Majene 6,2 SR, Jalur Trans Sulawesi Majene-Mamuju Terputus
Kapolsek Poncokusumo AKP M. Lutfi membenarkan peristiwa perampokan yang dilakukan satu keluarga asal Pasuruan. Dimana pelaku yang terdiri dari ibu berinisial S (35) dan ayah berinisial S (43), serta menantunya berinisial IS (29), dan anaknya berinisial IM (21). Baca juga: Jalur Wisata Bromo di Tosari dan Ngadiwono Pasuruan Diterjang Longsor
"Korban saat itu sendirian di toko saat akan pulang dan toko sudah tutup, tiba-tiba masuk dua orang perempuan dan alasan mau beli kerupuk, karena sudah tutup korban memberi tahu supaya keluar toko," ungkap M. Lufti saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Jumat sore (15/1/2021).
Kemudian kedua perempuan ini beralasan mencari handphone-nya yang terjatuh di dalam toko. Saat itu, korban mempersilakan kedua perempuan yang merupakan ibu dan anak berinisial S dan IM ini masuk ke dalam toko. Saat itulah salah seorang pelaku IM, mendorong korban dan langsung membekap wajah korban.
Selanjutnya pelaku mengikat korbannya dengan tali rafia yang ada di dalam toko sembako tersebut. "Pelaku mengancam akan membunuh korban bila berteriak dan langsung mengikat korbannya di leher dengan tali rafia," ucapnya. Baca juga: Gempa Majene 6,2 SR, Jalur Trans Sulawesi Majene-Mamuju Terputus
Lihat Juga :