Warga Blitar Kompak Tanam Pohon Pisang di Jalan Berlubang
Jum'at, 15 Januari 2021 - 13:11 WIB
loading...
Tampak warga Desa Karanggayam Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar rame rame melakukan aksi tanam pisang karena kecewa jalan rusak. (Foto/SINDOnews/Solichan Arif)
A
A
A
BLITAR - Sejumlah warga Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar melakukan aksi tanam pohon pisang di jalan raya yang berlubang . Warga kesal, aspal yang sudah lama rusak dan sering memakan korban itu tidak segera dibenahi Pemkab Blitar.
"Korbannya sudah banyak. Terutama ketika musim penghujan. Sebab lubang-lubang itu tertutup air," ujar Heri, juru bicara warga yang juga tokoh masyarakat di Desa Karanggayam kepada Sindonews.com Jumat (15/1/2021). Jalan yang ditanami pohon pisang berstatus jalan kabupaten. Baca juga:Warga Desa Bengkuang Banyuasin Keluhkan Buruknya Akses Jalan
Fungsinya penghubung antardesa, antarkecamatan, juga akses alternatif menuju wilayah Kota Blitar. Seingat Heri, usia aspal hotmix tersebut sudah sangat lama. Seingat dia, berasal dari bantuan salah satu anggota DPRD Kabupaten Blitar periode 2004-2009.
"Dua tahun sebelum pilihan lagi, bantuan jasmas jalan itu diturunkan di sini. Jadi usia jalan sudah lama," terang Heri. Selain umur, bertambahnya pengguna jalan dengan tonase berat, yakni terutama truk, turut memperparah kerusakan jalan. Khususnya truk pengangkut tambang pasir di kawasan Sungai Brantas wilayah Kabupaten Blitar menuju Kabupaten Tulungagung.
"Setiap hari ada kalau seratus truk yang lewat," kata Heri. Panjang jalan yang ditanami pohon pisang sekitar dua ratus meter. Lobang aspal tidak hanya dalam. Tapi juga lebar. Di setiap musim penghujan, lobang yang tertutup air tersebut seringkali mencelakakan pemakai roda dua yang melintas.
"Korbannya sudah banyak. Terutama ketika musim penghujan. Sebab lubang-lubang itu tertutup air," ujar Heri, juru bicara warga yang juga tokoh masyarakat di Desa Karanggayam kepada Sindonews.com Jumat (15/1/2021). Jalan yang ditanami pohon pisang berstatus jalan kabupaten. Baca juga:Warga Desa Bengkuang Banyuasin Keluhkan Buruknya Akses Jalan
Fungsinya penghubung antardesa, antarkecamatan, juga akses alternatif menuju wilayah Kota Blitar. Seingat Heri, usia aspal hotmix tersebut sudah sangat lama. Seingat dia, berasal dari bantuan salah satu anggota DPRD Kabupaten Blitar periode 2004-2009.
"Dua tahun sebelum pilihan lagi, bantuan jasmas jalan itu diturunkan di sini. Jadi usia jalan sudah lama," terang Heri. Selain umur, bertambahnya pengguna jalan dengan tonase berat, yakni terutama truk, turut memperparah kerusakan jalan. Khususnya truk pengangkut tambang pasir di kawasan Sungai Brantas wilayah Kabupaten Blitar menuju Kabupaten Tulungagung.
"Setiap hari ada kalau seratus truk yang lewat," kata Heri. Panjang jalan yang ditanami pohon pisang sekitar dua ratus meter. Lobang aspal tidak hanya dalam. Tapi juga lebar. Di setiap musim penghujan, lobang yang tertutup air tersebut seringkali mencelakakan pemakai roda dua yang melintas.
Lihat Juga :