Polisi Sebut Penahanan Ibu Dilaporkan Anak Kandungnya atas Saran Jaksa

loading...
Polisi Sebut Penahanan Ibu Dilaporkan Anak Kandungnya atas Saran Jaksa
Sumiyatun warga Sayung, Demak, Jateng harus mendekam di tahanan usai dilaporkan oleh anak kandungnya Agesti Ayu Wulandari. Foto/iNews TV/Sukmawijaya
DEMAK - Kasus hukum anak versus ibu kandung di Demak , Jawa Tengah berlanjut. Sang anak berkeras menolak mencabut laporan ke polisi hingga ibunya harus mendekam di balik jeruji besi tahanan.

Kasus itu melibatkan Agesti Ayu Wulandari (18), warga Desa Banjarsari RT 4/4 Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, melawan ibunya Sumiyatun (38). Perempuan yang telah melahirkan korban harus menjadi pesakitan setelah ditetapkan menjadi tersangka.

(Baca juga: Begini Alur Mahasiswi Cantik Bersikukuh Penjarakan Ibu Kandung di Demak)

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, selama penyelidikan polisi tak menahan tersangka. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi pada Jumat 21 Agustus 2020, pukul 17.00 WIB.



(Baca juga: Gara-gara Baju, Ibu di Demak Dipolisikan Anak Kandungnya Karena Penganiayaan)

Korban yang datang ditemani bapaknya bersama kepala desa dan ketua RT hendak mengambil pakaian. Namun, justru terjadi pertengkaran hingga penganiayaan tersangka kepada korban. Akibat kejadian itu Korban menderita luka cakar di pelipis.

“Selama penyidikan dan penyelidikan itu tidak ditahan, lalu kemudian penyidik koordinasi dengan pihak Kejaksaan. Dari penelitian Kejaksaan ada beberapa kali kasus yang ketika (P21) tahap kedua itu tersangkanya tidak hadir dan menghilang,” kata Iskandar.



“Jadi saran dari Kejaksaan dilakukan dulu penahanan sebelum dilakukan sebelum diserahkan (ke Kejaksaan Negeri Demak),” tambahnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top