Keluarga Pramugari NAM Air Ikhlas, Apapun Kondisinya Berharap Bisa Dibawa ke Rumah

Senin, 11 Januari 2021 - 17:05 WIB
loading...
Keluarga Pramugari NAM Air Ikhlas, Apapun Kondisinya Berharap Bisa Dibawa ke Rumah
Perwakilan keluarga Oke Dhurrotul Jannah (23), pramugari NAM Air yang ada dalam manifes penumpang Sriwijaya Air, mengaku ikhlas dan berharap jasad kerabatnya ditemukan dan bisa dibawa pulang. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
A A A
BANDUNG BARAT - Pihak keluarga Oke Dhurrotul Jannah (23), pramugari Nam Air mengaku pasrah dan menerima musibah yang menimpa salah seorang keluarganya tersebut dengan lapang dada. Oke menjadi salah satu penumpang Sriwijaya Air yang jatuh di Kepulauan Seribu.

Kini mereka hanya berharap jika Oke ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, jasadnya bisa diketemukan dan dibawa pulang ke rumah untuk dikebumikan dengan layak.

"Kita sudah pasrah dengan musibah ini. Harapannya jasadnya bisa diketemukan dan dibawa pulang ke rumah," kata perwakilan keluarga yang juga sepupu Oke, Destri Nurhayati, Senin (11/1/2021).

(Baca juga: Keluarga Pramugari NAM Air: “Setiap Mau Terbang dan Mendarat Selalu Telepon, Kali Ini Sudah 3 Jam Terbang Gak Ada Kabar )

Keluarganya terus berdoa agar pencarian pesawat dan para penumpang di dalamnya berjalan lancar serta segera selesai. Meskipun berharap ada keajabian tapi semua sudah diikhlaskan karena itu adalah perjalanan takdir dari sang pencipta.

Destri menyebutkan, sebagai upata agar jasad Oke bisa dibawa ke rumah, orang tua, tante, dan eyangnya sudah berangkat ke Jakarta. Hal itu untuk melakukan test DNA dan mencocokannya, ketika ada jasad yang ditemukan.

"Harus keluarga yang test DNA makanya orang tua saya, tante dan eyang saya sudah ke Jakarta sejak kemarin," sebutnya.

(Baca juga: 11 Warga Banten Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, Satu Bayi )

Disinggung soal kenangan bersama Oke, dia menyebutkan sedang membuat rencana untuk membuat kedai kopi bersamanya. Sekarang masih dalam tahap mengumpulkan modal untuk membuka usaha, ketika dirasa cukup baru rencana itu akan direisasikan.

"Dia punya cita-cita ingin buka Coffee Shop makanya selalu kerja keras. Tadinya mau bulan depan dirintis tapi ternyata Tuhan berkehendak lain," ujarnya
(msd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2766 seconds (11.97#12.26)