Harga Kedelai Melambung, Pedagang Blitar Pasrah: Rezeki Sudah ada yang Ngatur
Jum'at, 08 Januari 2021 - 17:54 WIB
loading...
A
A
A
Sekitar awal Desember 2020. Sebagai produsen tempe , Yudi merasakan gejala harga kedelai bakal melambung. Dari Rp7.300/kg, harga kedelai merangkak naik menjadi Rp7.600/kg. Masih di bulan Desember. Suatu hari saat belanja, Yudi menjumpai harga kedelai kembali naik menjadi Rp8.200/kg, dan tidak butuh lama berganti Rp8.400/kg. Baru-baru ini harga kedelai melambung menjadi Rp9.200/kg. "Tidak naik lagi, tapi meloncat," kata Yudi.
(Baca juga: Ini 7 Sumber Protein Pengganti Tempe dan Tahu )
Memang tidak sampai membuat gusar. Namun kenaikan harga kedelai tersebut, diakui Yudi cukup mengagetkan. Kendati demikian, untuk bertahan Yudi tidak mengambil jalan menaikkan harga jual. Semua harga tempenya tetap sama. Untuk potongan terbesar tetap dibandrol Rp4.000. Begitu juga potongan di bawahnya, tetap Rp3.000. Termasuk juga masih melayani harga Rp1.000.
Hanya saja ketebalan tempe sedikit susut, yang mana di awal sempat menjadi pertanyaan para pelanggannya. Ketebalan tempe ia susutkan sekitar 1-2 centimeter (cm). Untungnya, kata Yudi para pelanggan tersebut bisa memahami yang ia jelaskan. "Kalau harga dinaikkan kasihan pelanggan. Saat ini kan masa pandemi, banyak orang susah secara ekonomi," terang Yudi.
(Baca juga: Pasuruan Gempar, Jenazah Wanita Telanjang Ditemukan di Tepian Sungai )
(Baca juga: Ini 7 Sumber Protein Pengganti Tempe dan Tahu )
Memang tidak sampai membuat gusar. Namun kenaikan harga kedelai tersebut, diakui Yudi cukup mengagetkan. Kendati demikian, untuk bertahan Yudi tidak mengambil jalan menaikkan harga jual. Semua harga tempenya tetap sama. Untuk potongan terbesar tetap dibandrol Rp4.000. Begitu juga potongan di bawahnya, tetap Rp3.000. Termasuk juga masih melayani harga Rp1.000.
Hanya saja ketebalan tempe sedikit susut, yang mana di awal sempat menjadi pertanyaan para pelanggannya. Ketebalan tempe ia susutkan sekitar 1-2 centimeter (cm). Untungnya, kata Yudi para pelanggan tersebut bisa memahami yang ia jelaskan. "Kalau harga dinaikkan kasihan pelanggan. Saat ini kan masa pandemi, banyak orang susah secara ekonomi," terang Yudi.
(Baca juga: Pasuruan Gempar, Jenazah Wanita Telanjang Ditemukan di Tepian Sungai )
Lihat Juga :