Soal Pembatasan Kegiatan Skala Mikro oleh Pusat, Ini Tanggapan Sekda Sleman

Rabu, 06 Januari 2021 - 22:57 WIB
loading...
Soal Pembatasan Kegiatan...
Foto/ilustrasi SINDOnews
A A A
SLEMAN - Pemeritah akan melakukan pembatasan kegiatan di wilayah-wilayah yang kriterianya sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Pembatasan tersebut rencananya akan diterapkan 11-25 Janunari 2021.

Beberapa kriteria itu antara lain kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional ataupun 3 persen, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu di bawah 82%. Tingkat kasus aktif di bawah rata-rata tingkat kasus aktif nasional yaitu sekitar 14 persen, dan tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) untuk ICU dan isolasi yang di atas 70 persen.

Untuk DIY, salah satunya di Sleman. Namun untuk penerapannya akan dilakukan secara mikro. Dimana Gubernur yang akan menentukan wilayah mana saja yang akan diterapkan pembatasan. (Baca juga: Pemkab Sleman Ajukan 15.000 Dosis Vaksin COVID-19, Prioritas SDM Kesehatan)

Menanggapi hal ini, Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan secara umum bisa memahami dengan pembatasan skala mikro. Yaitu pembatasan yang diskat-skat tidak menyeluruh. Sehingga dengan pembatasan ini diharapkan pertumbuhan ekonomi yang mulai mengeliat tetap bisa tumbuh, bukan sebaliknya akan jatuh lagi.

“Jadi yang tetap harus dipikirkan adalah akses ekonomi warga, agar tidak berdampak begitu besar. Yaitu dengan spot-spot kecil yang dilokalisir,” ungkap Harda, Rabu (6/1/2021).

Namun begitu masih menunggu surat resmi tentang kebijakan tersebut. Hanya, adanya informasi ini dapat menjadi rujukan dan bahan diskusi lebih detail dalam menyikapi hal itu dan membuat regulasinya. (Baca juga: Bupati Sleman Siap Jadi Orang Pertama Divaksin COVID-19)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menambahkan untuk hal tersebut masih menunggu proses regulasinya. Namun secara umum dilihat dari kacamata kesehatan, treatmen di hulu akan sangat meringankan beban di hilir. “Sekarang ini yang di hilir (RS dan jajaran kesehatan pada umumnya) sudah kelebihan beban dan sangat kewalahan. Untuk itu biar berproses dulu regulasinya,” ungkapnya.

Kasus COVID-19 di Sleman hingga Rabu (6/1/2020) pukul 19.00 WIB, tercatat ada 5661 kasus. Rincianya dirawat 1108 orang, sembuh 4451orang dan meninggal 102 orang. Dari jumlah ini bergejala 1088 orang dan tanpa gejala 4551 orang.

Sleman sendiri per 4 Januari 2021 masuk kategori zona orange COVID-19. Dimana dari 17 kapanewonan, 12 kapenewonan masuk kategeori orange, sebab angka penularanya di bawah 1 dan lima kapanewonan masuk kategori zona merah, karena angka penularannya masih di atas angka 1. Yakni kapenewonan Moyudan, Turi, Pakem, Kalasan dan Prambaan. Secara kesuluruah angka penularan Sleman 0,90.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
135 Warga Sleman Dilarikan...
135 Warga Sleman Dilarikan ke RS Akibat Keracunan Es Krim dan Krecek Hajatan Pernikahan
Tenaga Kerja Industri...
Tenaga Kerja Industri Tembakau Dialog dengan Cabup Sleman
Bejat! Guru Les di Sleman...
Bejat! Guru Les di Sleman Cabuli 22 Bocah dengan Iming-iming WiFi Gratis
Rekam Jejak Kombes Pol...
Rekam Jejak Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, Kapolrestabes Surabaya Putra Asli Sleman
Ini Tampang Bejat Ayah...
Ini Tampang Bejat Ayah Kandung yang Rudapaksa dan Siksa Anak Perempuan 10 Tahun di Sleman
Yayasan Ada Orang Baik...
Yayasan Ada Orang Baik Tebar Kebaikan dari Yogyakarta ke Nusantara hingga Gaza
Sakit Hati Tak Dibelikan...
Sakit Hati Tak Dibelikan Barang, Perempuan di Sleman Sewa Orang Rampok Pacar Sendiri
Hektaran Lahan di Sleman...
Hektaran Lahan di Sleman Yogyakarta Terbakar Hebat, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Santri Digitalpreneur,...
Santri Digitalpreneur, Program Kemenparekraf yang Mampu Ciptakan Lapangan Kerja
Rekomendasi
Benarkah Puasa 6 Hari...
Benarkah Puasa 6 Hari Syawal Pahalanya Sama dengan Puasa Setahun?
Didit Prabowo Sowan...
Didit Prabowo Sowan ke Megawati, PAN: Langkah Positif Redam Dinamika Politik
Pangeran Harry Memutuskan...
Pangeran Harry Memutuskan Hubungan dengan Putri Eugenie, Merasa Dikhianati
Berita Terkini
Listrik Padam di Jagakarsa...
Listrik Padam di Jagakarsa dan Ciputat Akibat Gangguan Jaringan dan Gardu
32 menit yang lalu
Gunung Marapi Meletus...
Gunung Marapi Meletus Pagi Ini, Abu Vulkanik Menjulang Tinggi
1 jam yang lalu
Jalur Wisata Pandeglang...
Jalur Wisata Pandeglang Macet Parah, Volume Kendaraan Naik 100%
1 jam yang lalu
Arus Balik Lebaran 2025,...
Arus Balik Lebaran 2025, Ribuan Pemudik Sepeda Motor Padati Jalur Arteri Karawang
1 jam yang lalu
Jual Beli Properti di...
Jual Beli Properti di Jakarta, Wajib Tahu Soal BPHTB!
2 jam yang lalu
Arus Balik Lebaran 2025...
Arus Balik Lebaran 2025 di Jalur Gentong Tasikmalaya Padat, Skema One Way Diterapkan
2 jam yang lalu
Infografis
Solidaritas Antar Anggota...
Solidaritas Antar Anggota Retak, Ini 3 Tanda Kehancuran NATO
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved