Siklus 10 Tahunan Merapi Terlewati dan Munculnya Awan Semar, Ini Pesan Sang Juru Kunci

Jum'at, 01 Januari 2021 - 09:35 WIB
loading...
Siklus 10 Tahunan Merapi...
Juru Kunci Gunung Merapi Mas Kliwon Surakso Hargo (Mbah Asih). Foto MNC Portal Indonesia/Priyo Setyawan
A A A
SLEMAN - Siklus 10 tahunan Gunung Merapi terlewati sejak letusan dahsyat pada November 2010 karena hingga akhir tahun 2020, BPPTKG belum menaikan tingkat aktivitas Gunung Merapi ke level Awas. Ini berbeda dengan masa krisis sebelumnya. Dimana tahun 2006, status siaga hanya selama satu bulan dan di tahun 2010 hanya butuh waktu lima hari untuk menaikkan tingkat aktivitasnya ke level Awas.

Padahal Status aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Sleman, DIY dengan Magelang, Boyolalu dan Klaten, Jawa Tengah naik dari level II (waspda) ke level III (siaga) per 5 November 2020.

Mengenai Hal ini, Juru kunci Merapi Mas Kliwon Surakso Hargo atau biasa disapa Mbah Asih mengatakan, memang aktivitas intensitas guguran Gunung Merapi terus meningkat. Karena ada getaran di sekitar Gunung Merapi , sehingga dengan adanya getaran, batu-batu kering dan pasir cepat gugur. Kalau tidak ada gerakan kemungkinan kecil ada guguran.

“Guguran keluar, kemungkinan perkembangan pengelembungan gunung dari dalam keluar bisa rontok,” kata Mbah Asih saat dimintai konfirmasi akhir tahun 2020.

(Baca: Gunung Merapi Terus Keluarkan Suara Gemuruh, Waspadai Awan Panas dan Lahar)

Kondisi saat ini, kata dia, statusnya masih Siaga atau level III. Namun ada tidaknya hal khusus lainnya, dirinya tidak mengetahui. Namun menurut BPTTKG saat ini sudah mendekati ke permukaan.

Adanya guguran itu, juga merupakan tanda-tanda alam, selain suara gemuruh. Adanya tanda-tanda alam ini berarti Merapi ada sesuatu. Kemungkinan Merapi akan mengeluarkan erupsi. Namun kapan waktunya tidak mengetahui secara pasti.

“Yo, ditunggu saja, meletusnya kapan, saya tidak tahu. Saya tidak mempunyai mata batin dan tidak pernah bermimpi sebagai firasat,” ungkapnya.

Ditanya soal adanya munculnya awan mirip Semar di Sawangan, Magelang, 12 November 2020 diyakini tanda Merapi akan erupsi, Mbah Asih mengungkapkan, itu kan keyakinan, kalau dirinya tidak.

Semuanya sudah ada yang mengatur, yaitu Allah yang Maha Kuasa. Dirinya pun percaya itu. Gunung adalah mahkluk Allah, dirinya juga makluknya.

“Masalah seperti itu (munculnya awan mirip semar), saya tidak mengerti. Percaya Allah saja, kapan Merapi meletus,” jelasnya.

(Baca juga: Siaga, Guguran Disertai Suara Gemuruh Merapi Terdengar Jelas dari Pos Jrakah)

Untuk keselamatan apa perlu ritual dan tolak bala. Mbah Asih mengungkapkan untuk tolak balanya, yaitu dengan cara berdoa mohon keselamatan kepada Allah sang pencipta. Bagi yang muslim bisa setelah salat wajib maupun salat malam.

“Berdoa kepada Allah, itu yang namanya tolak bala, semoga yang ada di lereng Merapi dan sekitarnya selamat semua,” paparnya.

Selain itu, dengan kondisi Merapi saat, juga meminta kepada warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi semua imbauan dari pemerintah, terutama jika aktivitas di lereng Merapi ada kenaikan.

“Jika aktivitas di lereng meningkat harus selalu waspada,” tandasnya.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.500 Meter
Waspada, Gunung Dukono...
Waspada, Gunung Dukono Alami Erupsi Sore Ini
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km
Ngeri! Penampakan Gunung...
Ngeri! Penampakan Gunung Merapi Muntahkan 2 Kali Awan Panas Wedus Gembel
3 Orang Jadi Tersangka...
3 Orang Jadi Tersangka Tambang Ilegal Lereng Gunung Merapi
Misteri Para Penjaga...
Misteri Para Penjaga Gunung Merapi, Fenny Rama Ungkap Sosok-Sosok Gaib yang Berperan!
Menhut-Menteri Iklim...
Menhut-Menteri Iklim Norwegia Kunjungi TN Gunung Merapi, Tanam Pohon hingga Coba Produk Hasil Hutan
Rekomendasi
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
Berita Terkini
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved