Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

8 Titik Batas Kota Surabaya Dijaga Ketat, 10 Swab Hunter Disiapkan

loading...
8 Titik Batas Kota Surabaya Dijaga Ketat, 10 Swab Hunter Disiapkan
Rapat koordinasi pengamanan malam pergantian tahun di Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/12/2020). Foto: SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memutuskan untuk memperketat pengawasan jalur masuk dan keluar wilayah itu, demi memutus penularan COVID-19 di malam pergantian tahun. Tak tanggung-tanggung, semua titik perbatasan dijaga ketat bahkan disiapkan 10 swab hunter .

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama instansi terkait di ruang rapat Wali Kota, Lobi Lantai II Balai Kota Surabaya, Selasa (29/12/2020). Rakor tersebut membahas persiapan pengamanan jelang malam perayaan Tahun Baru dan pasca libur panjangyang memiliki potensi besar adanya penularan COVID-19. (Baca Juga: Akses Menuju Surabaya Ditutup pada Malam Pergantian Tahun)

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menuturkan, rapat koordinasi bersama TNI dan Polri ini dalam rangka persiapan pengamanan jelang malam perayaan Tahun Baru 2021. Pihaknya berharap, perayaan malam tahun baru dan pasca libur panjang nanti tidak ada peningkatan kasus COVID-19. “Sudah kita siapkan semua dari teman-teman jajaran TNI dan Polri juga siap membantu kita. Nantinya akan ada filterisasi di delapan titik batas kota. Kita juga siapkan 10 tempat swab hunter,” kata WS, panggilan akrabnya.

Delapan titik pos pengawasan itu katanya, tersebar di beberapa wilayah perbatasan Kota Surabaya yakni, Pakal, Terminal Benowo, Wiyung, Lakarsantri, Karang Pilang, Bundaran Waru (Cito), Gunung Anyar (Merr) dan Jembatan Suramadu. “Makanya untuk pengendalian COVID-19 ini betul-betul kita matangkan,” ucapnya. (Baca Juga: Satgas COVID19 Tak Mampu Bendung Lautan Manusia Antarkan Jenazah Habib Hasan)



WS menambahkan, filterisasi di pos perbatasan pintu masuk Kota Surabaya pada 31 Desember 2020 nanti, akan dimulai sejak pukul 17.00 WIB. Nantinya warga luar kota yang tidak ada kepentingan mendesak, diimbau untuk tidak masuk ke Surabaya. “Pada 31 Desember 2020 nanti, seluruh aktivitas kegiatan di Surabaya juga harus selesai pukul 20.00 WIB,” tegasnya.

Untuk mengintensifkan pengawasan saat malam Tahun Baru, jajaran di 31 kecamatan Surabaya bersama instansi terkait juga bakal menggelar razia serentak. Sasarannya adalah seluruh tempat yang masih melakukan aktivitas kegiatan di atas pukul 20.00 WIB. “Jadi seluruh kecamatan dan kelurahan juga kita libatkan untuk merazia tempat-tempat yang masih melakukan kegiatan itu selesai pukul 20.00 WIB,” ungkapnya. (Baca Juga: Hadapi Varian Baru COVID-19, Pemerintah Harus Batasi Mobilitas Sosial)

Tak hanya itu, WSmenyebut, untuk mencegah terjadinya penularan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan 10 titik lokasi swab hunter. Bagi warga yang akan keluar masuk ke Kota Surabaya dan dinilai perlu dilakukan swab, maka akan diarahkan ke lokasi itu. “Kalau memang harus diswab itu kita siapkan di 10 titik swab hunter. Jadi tidak semua yang masuk (Kota Surabaya) itu diswab. Jadi cuma filterisasi bagi yang diperbolehkan keluar masuk Surabaya,” tegasnya.

Di samping itu pula pemantauan juga dilakukan kepada para penghuni hotel di Surabaya. Pihaknya pun mengaku telah berkoordinasi dengan pengelola atau pemilik hotel agar melaporkan hasil swab para penghuninya. “Akan ada pemantauan juga di sana (hotel),” katanya. (Baca Juga: Pasien COVID-19 di Jatim Melonjak Tajam, Khofifah Tolak Berlakukan PSBB)

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengimbau, warga Kota Surabaya agar melakukan pesta malam tahun baru di rumah saja. Ini menindaklanjuti sebagaimana maklumat dari Kapolri. “Warga dalam menyambut tahun baru, monggo (silahkan) dilaksanakan sederhana di rumah masing-masing, tidak perlu berkerumun, tidak perlu arak-arakan, tidak perlu yang kemudian menimbulkan potensi untuk kerumunan, karena kita masih dalam masa pandemi COVID-19," kata Kombes Pol Isir. (Baca Juga: Sepanjang 2020, Kejari Surabaya Mampu Selamatkan Uang Negara Rp386,32 M)

Selain itu kata Isir, pihaknya bersama pemkot juga akan melakukan penyekatan di perbatasan pintu masuk Kota Surabaya. Bisa dipastikan, kepolisian akan memutar balik warga luar kota jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak ke Surabaya. "Jadi nanti ada penyekatan perbatasan kota, ada penutupan dan pembatasan-pembatasan ruas jalan, kemudian tetap ada Swab Hunter," tandasnya.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top