Petani Cabe di Sumsel Ditemukan Tewas Mengenaskan dalam Pondok
Senin, 28 Desember 2020 - 19:24 WIB
loading...
Sejumlah anggota polisi saat melakukan olah TKP di pondok cabe milik petani yang ditemukan tewas mengenaskan. Foto: SINDOtv/Era Neizma Wedya
A
A
A
PRABUMULIH - Seorang petani sayuran di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) ditemukan tewas di dalam pondok kebun cabe yang berlokasi di RT 11 RW 01 Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, sekitar pukul 07.00 WIB, Senin (28/12/2020).
Korban diketahui bernama Zailani (40) yang merupakan warga asal Provinsi Lampung . Selain ditemukan dalam kondisi kepala korban bersimbah darah, diduga karena benturan benda tumpul, di TKP juga diketahui satu unit sepeda motor jenis bebek milik korban raib. (Baca juga: Ditodong Pisau di Leher, Mahasiswi di OKU Timur Pasrah Diperkosa Supir Travel)
Belum diketahui pasti motif tewasnya pria tersebut, namun dugaan sementara pihak kepolisian, korban tewas akibat dibunuh. Informasi yang dihimpun, peristiwa tewasnya korban tersebut diketahui oleh anak korban FR (12) yang selama ini tinggal di rumah orangtua angkatnya, Sudar yang berada di Jalan Padat Karya, Gunung Ibul.
Sang anak yang menghubungi nomor handphone korban, karena tidak kunjung mengangkat panggilan telepon, anaknya FR curiga dan menemui ayahnya yang tinggal di pondok kebun cabe. (Baca Juga: Oknum Pamen Polri Aniaya Pacar hingga Dilarikan ke Rumah Sakit)
“Awalnya anak korban menghubungi nomor handphone bapaknya (korban) tapi tidak diangkat. Oleh karena itulah FR langsung ke pondok kebun tempat tinggal korban,” kata Zulkifli, salah seorang warga Gunung Ibul kepada wartawan di Kamar Mayat RSUD Kota Prabumulih.
Korban diketahui bernama Zailani (40) yang merupakan warga asal Provinsi Lampung . Selain ditemukan dalam kondisi kepala korban bersimbah darah, diduga karena benturan benda tumpul, di TKP juga diketahui satu unit sepeda motor jenis bebek milik korban raib. (Baca juga: Ditodong Pisau di Leher, Mahasiswi di OKU Timur Pasrah Diperkosa Supir Travel)
Belum diketahui pasti motif tewasnya pria tersebut, namun dugaan sementara pihak kepolisian, korban tewas akibat dibunuh. Informasi yang dihimpun, peristiwa tewasnya korban tersebut diketahui oleh anak korban FR (12) yang selama ini tinggal di rumah orangtua angkatnya, Sudar yang berada di Jalan Padat Karya, Gunung Ibul.
Sang anak yang menghubungi nomor handphone korban, karena tidak kunjung mengangkat panggilan telepon, anaknya FR curiga dan menemui ayahnya yang tinggal di pondok kebun cabe. (Baca Juga: Oknum Pamen Polri Aniaya Pacar hingga Dilarikan ke Rumah Sakit)
“Awalnya anak korban menghubungi nomor handphone bapaknya (korban) tapi tidak diangkat. Oleh karena itulah FR langsung ke pondok kebun tempat tinggal korban,” kata Zulkifli, salah seorang warga Gunung Ibul kepada wartawan di Kamar Mayat RSUD Kota Prabumulih.
Lihat Juga :