Bus Rapid Transit Pemprov Berhenti Beroperasi, Alasannya Karena Merugi

Kamis, 14 Mei 2020 - 06:10 WIB
loading...
Bus Rapid Transit Pemprov...
Perum Damri Makassar akhirnya resmi menghentikan operasional moda transportasi massal bus rapid transit (BRT). Foto : SINDOnews/Doc
A A A
MAKASSAR - Perum Damri Makassar akhirnya resmi menghentikan operasional moda transportasi massal bus rapid transit (BRT). Manager Usaha Damri Cabang Makassar, Misran Hakim, mengatakan beratnya biaya mengelola BRT menjadi alasan penghentian tersebut. "Untuk BRT tidak lagi beroperasi. Apalagi disaat ini bus tidak ada yang operasional," ungkap Misran kepada SINDOnews.

Dia melanjutkan, sebagai operator pelayanan moda transportasi massal itu, pihaknya terus mengalami kerugian. Anggaran operasional yang dibutuhkan sangat besar, tak sebanding dengan pendapatan yang diraih.

Sebelumnya Perum Damri sempat menjalankan BRT namun hanya di satu koridor, itupun pelayanan tidak maksimal. "Karena menyangkut biaya operasional yang tidak bisa dicapai atau merugi, lalu berlanjut dengan adanya pengerjaan tol layang Pettarani yang begitu padat. Jalan yang ditempuh sampai 3-4 jam baru sampai di Sungguminasa. Otomatis para penumpang tidak mau lagi naik karena terlalu lama di jalan," jelasnya.

Baca : Kelanjutan Pembangunan Masjid 99 Kubah Tunggu Audit Fisik

Saat ini, lanjut Dia, Perum Damri menunggu bantuan subsidi baik dari pusat maupun pemerintah provinsi untuk melanjutkan jalannya BRT ini. "Maka dari itu pihak menejemen menghentikan sementara, sambil menunggu juga subsidi angkutan perkotaan di bus BRT. Yang sampai saat ini tidak ada, baik dari pemerintah daerah dan pusat," tandasnya.

Di satu sisi, proyek pengembangan bus rapid transit (BRT) di Kota Makassar tengah berjalan. Studi kelayakan awal atau pra feasibilty study (FS) untuk implementasinya diketahui terus dimatangkan.

Survei pengembangan BRT ini merupakan implementasi proyek Sustainable Urban Transport Programme Indonesai (SUTRI NAMA) dan komponen Indonesian Bus Rapid Transit Corridor Development Project (INDOBUS). Dengan Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) sebagai lembaga pemberi hibah yang mendorong Kota Makassar sebagai kota percontohan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mulai Hari Ini Naik...
Mulai Hari Ini Naik Trans Semarang Cukup Bayar Rp1.000, Ini Syaratnya
Jabar Pastikan Pembangunan...
Jabar Pastikan Pembangunan BRT Bandung Raya Berbasis Bus Listrik Dimulai 2024
Transmusi Palembang...
Transmusi Palembang Berhenti Operasi, 60 Karyawan Di-PHK
Praktisi Kesehatan Anggap...
Praktisi Kesehatan Anggap Rapid Test Masih Dibutuhkan
Klinik Laboratorium...
Klinik Laboratorium di Surabaya Diserbu Peserta SBMPTN untuk Rapid Test
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Bandung Sediakan Counter Rapid Test
Intelligent Transport...
Intelligent Transport System untuk BRT, Mengubah Teknologi Jadi Sistem Layanan Publik
Kurang Konsentrasi,...
Kurang Konsentrasi, Pemotor Tewas Tertabrak Bus Tayo di Tangerang
Perbedaan BRT dan Non-BRT...
Perbedaan BRT dan Non-BRT yang Harus Diketahui Penumpang Transjakarta
Rekomendasi
Daftar SD dan SMP Swasta...
Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di SPMB Kota Semarang 2026, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Sering Melihat Ibu Berjalan...
Sering Melihat 'Ibu' Berjalan di Rumah, Keluarga Rimar Baru Sadar Ada yang Janggal
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved