Relaksasi Pembatasan Sosial di Jabar Bakal Diterapkan Secara Hati-hati

Rabu, 13 Mei 2020 - 20:43 WIB
loading...
Relaksasi Pembatasan...
Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung saat PSBB diterapkan. Foto/SINDONews/Dok
A A A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat terus mematangkan rencana pelonggaran (relaksasi) kebijakan pembatasan sosial, mulai dari aspek kesehatan, ekonomi, hingga sosial.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar Berli Hamdani mengatakan, kebijakan relaksasi pembatasan sosial harus diterapkan secara hati-hati dan penuh perhitungan.

"Pemda Provinsi Jabar sedang mengerahkan dan menampung pendapat dan kajian para ahli dari berbagai aspek, seperti kesehatan, ekonomi, bahkan sosial. Mudah-mudahan hasilnya segera bisa disampaikan," kata Berli, Rabu (13/5/2020).

Menurutnya, penguatan koordinasi, penerapan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dan edukasi masyarakat, menjadi upaya-upaya yang diambil Pemprov Jabar, agar kasus COVID-19 bisa melandai pada Juni mendatang.

"Koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional maupun Gugus Tugas Kabupaten/Kota pun ditingkatkan," imbuhnya. (BACA JUGA: Petugas PSBB Bubarkan 12.781 Kali Kerumunan Massa, Kabupaten Karawang Paling Banyak )

Beragam upaya tersebut, lanjut Berli, akan menentukan pengendalian COVID-19 di Jabar, termasuk upaya pengetesan masif dengan metode teknik polymerase chain reaction (PCR) atau tes swab selama PSBB tingkat Provinsi Jabar diberlakukan, agar diperoleh peta persebaran COVID-19 yang tepat.

Hingga saat ini, Pemprov Jabar telah melakukan 105.834 rapid diagnostic test (RDT) di 27 kabupaten/kota se-Jabar, instansi pemerintah, dan institusi pendidikan di Jabar. Hasilnya, sebanyak 2.924 warga Jabar terindikasi positif COVID-19 atau reaktif.

Sebagai tindak lanjut hasil tes cepat tersebut, Pemprov Jabar kemudian menggelar tes swab bagi warga terindikasi positif COVID-19. Hasilnya, 231 warga Jabar dinyatakan positif COVID-19.

"Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan, termasuk psikologis masyarakat. Kemudian yang menjadi pertimbangan pelonggaran PSSB adalah kegiatan ekonomi masyarakat. Tentu saja, kegiatan ekonomi harus disertai dengan jaga jarak dan disiplin kenakan masker," paparnya.

"Dua tes masif (baik dengan metode RDT maupun PCR) sudah cukup optimal dijalankan dan sudah melibatkan semua kabupaten/kota se-Jabar. Hanya kami sedang mempercepat analisa hasil dari tes masif yang dilakukan," tambah Berli. (BACA JUGA: Manfaatkan PSBB Jabar untuk Lakukan Pungli, Polisi Ringkus Lima Orang )

Berli menekankan, berbagai upaya tersebut harus disertai kedisiplinan masyarakat dalam menjaga jarak dan membatasi pergerakan manusia karena hal itu berpengaruh besar dalam upaya menghentikan rantai penularan dan pengendalian COVID-19.

"Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dan mendukung penuh pemberlakuan PSBB tingkat provinsi ini. Bentuk partisipasi masyarakat ini dapat berupa upaya-upaya mandiri, baik perorangan maupun kelompok dalam menegakkan dan menerapkan protokol kesehatan," katanya.

PSBB Lebih Ketat, Wabah COVID-19 Diprediksi Tuntas Kurang dari Sebulan
Sementara itu, epidemiolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Pandji Fortuna Hadisoemarto menekankan, pembatasan pergerakan masyarakat amat krusial dalam menekan kasus COVID-19 di Jabar.

Menurutnya, semakin kecil presentase pergerakan masyarakat, semakin cepat pandemi COVID-19 dapat ditanggulangi. Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan permodelan yang dia buat.

"Jadi permodelan saya itu membuat simulasi bagaimana COVID-19 akan menyebar di Jabar dengan skenario. Pertama, skenarionya kondisi sekarang. Nampaknya, walau PSBB sudah berhasil menurunkan transmisi, tetapi masih ada sisa transmisi yang menyebabkan adanya kasus-kasus baru setiap hari," jelasnya.

Jika pergerakan masyarakat tidak dapat ditekan lagi, kata Pandji, maka pandemi COVID-19 baru bisa teratasi hingga tiga tahun ke depan. Oleh karenanya, Pandji mengimbau agar pergerakan masyarakat dapat ditekan lagi.

"Intinya apa? PSBB ini saya simulasikan dengan pengetatan sedikit lagi saja, itu kita bisa mempercepat habisnya wabah COVID di Jabar dalam waktu kurang dari satu bulan," ucapnya. (BACA JUGA: MUI Jabar Belum Bisa Bersikap soal Salat Id saat Wabah COVID-19 )

"Pada dasarnya, permodelan yang saya buat menyimpulkan bahwa kita tinggal mengetatkan sedikit lagi saja, agar terjadi penurunan dengan cepat itu bisa terjadi," pungkasnya.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasi Senyap Sasar...
Operasi Senyap Sasar Tempat Usaha Bandel, Siap-siap Ditutup 2 Minggu
Ridwan Kamil Optimistis...
Ridwan Kamil Optimistis PSBB Tak Akan Berdampak Signifikan
Ini Alasan My Fashion...
Ini Alasan My Fashion Grosir Adakan Program PSBB
Libur Panjang, Jabar...
Libur Panjang, Jabar Gelar Swab-Rapid Test Acak di Objek Wisata-Hiburan Malam
3 Konsultan PT MSM Positif...
3 Konsultan PT MSM Positif COVID-19, Sumba Timur Zona Merah
Cegah Klaster Keluarga,...
Cegah Klaster Keluarga, Ratusan Warga Sariharjo Dites Rapid
California Umumkan Keadaan...
California Umumkan Keadaan Darurat Wabah Virus
Kasus Kematian karena...
Kasus Kematian karena Covid-19 Nihil, Warga Bekasi Diminta Jaga Prokes Jangan Kendor
Tanpa Ada Wabah Covid-19...
Tanpa Ada Wabah Covid-19 Pun, Kematian Itu Mutlak Adanya
Rekomendasi
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
SPMB Jakarta 2026 Resmi...
SPMB Jakarta 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Begini Cara Pemilihan Sekolah
Berita Terkini
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved