Besok Coblosan, Awas TPS Anggota DPRD Kabupaten Blitar Rawan Politik Uang
Selasa, 08 Desember 2020 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Sementara pada pilkada tahun 2020 ini jumlah partai politik sekaligus anggota dewan yang mengusung paslon petahana Rijanto-Marheinis Urip Widodo lebih besar dari penantangnya. Paslon Rijanto-Marheinis diusung PDIP dengan koalisi besarnya (Partai Gerindra, Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PPP).
Sedangkan pasangan Rini Syarifah-Rachmad Santoso, yakni penantangnya hanya diusung koalisi PKB, PAN dan PKS. Kerawanan lain yang harus mendapat pengawasan intensif, menurut Hadi adalah potensi konflik antar pendukung paslon. Tidak hanya di TPS tempat anggota dewan. Tapi juga di TPS paslon. "TPS paslon juga masuk kerawanan utama," kata Hadi Santosa.
Di luar TPS anggota dewan dan paslon, menurut Hadi, wilayah Kecamatan Ponggok juga masuk ke dalam kawasan rawan. Sebab Ponggok memiliki DPT terbesar dibanding wilayah lain. Kemudian juga wilayah Kecamatan Garum yang pada pemilu sebelumnya memiliki pengalaman pemungutan suara ulang (PSU).
Begitu juga dengan sejumkah wilayah di Blitar selatan. Geografis kawasan selatan yang pegunungan juga menjadi alasan KPU memasukkan daftar daerah rawan. "Kita sudah koordinasi dengan Bawaslu dan sebagai pencegahan meminta pengawasan intensif," jelas Hadi. Dalam kesempatan itu Hadi Santosa juga menyinggung soal persiapan akhir pilkada.
(Baca Juga: Kasus Video Azan Jihad Naik Sidik, Polisi Telah Periksa 20 Orang)
Sedangkan pasangan Rini Syarifah-Rachmad Santoso, yakni penantangnya hanya diusung koalisi PKB, PAN dan PKS. Kerawanan lain yang harus mendapat pengawasan intensif, menurut Hadi adalah potensi konflik antar pendukung paslon. Tidak hanya di TPS tempat anggota dewan. Tapi juga di TPS paslon. "TPS paslon juga masuk kerawanan utama," kata Hadi Santosa.
Di luar TPS anggota dewan dan paslon, menurut Hadi, wilayah Kecamatan Ponggok juga masuk ke dalam kawasan rawan. Sebab Ponggok memiliki DPT terbesar dibanding wilayah lain. Kemudian juga wilayah Kecamatan Garum yang pada pemilu sebelumnya memiliki pengalaman pemungutan suara ulang (PSU).
Begitu juga dengan sejumkah wilayah di Blitar selatan. Geografis kawasan selatan yang pegunungan juga menjadi alasan KPU memasukkan daftar daerah rawan. "Kita sudah koordinasi dengan Bawaslu dan sebagai pencegahan meminta pengawasan intensif," jelas Hadi. Dalam kesempatan itu Hadi Santosa juga menyinggung soal persiapan akhir pilkada.
(Baca Juga: Kasus Video Azan Jihad Naik Sidik, Polisi Telah Periksa 20 Orang)
Lihat Juga :