1.431 TPS di Kabupaten Gowa Sudah Dilengkapi dengan APD
Senin, 07 Desember 2020 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Walaupun demikian, hasil survei JSI yang dilakukan pada tanggal 25-30 November 2020 lalu menyebutkan, tingkat partisipasi pemilih berkisar di angka 63 hingga 69 persen.
Hal ini kata Fajar, disebabkan karena ada beberapa faktor. Pertama isu pandemi Covid-19, di mana sekitar 38 persen masyarakat merasa khawatir dan sangat khawatir.
Kemudian isu lokasi TPS . Fajar menyebutkan hanya sekitar 54 persen publik yang mengetahui lokasi TPS, 80 persen diantaranya mengatakan TPS tidak jauh dari rumahnya.
Baca Juga: KPU Gowa Akan Siapkan Bilik Khusus Bagi Pemilih Bersuhu 37 Derajat
"Sementara ada sekitar 45 persen publik yang belum tahu TPS-nya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 45 persen jauh letak TPS dengan rumahnya sehingga berpotensi untuk tidak hadir ke TPS," jelasnya.
Penyebab berikutnya adalah isu pembagian waktu. Hanya 40 persen publik yang mengetahui adanya pembagian waktu. Sementara mayoritas masyarakat menginginkan datang ke TPS dari pukul 07:00 Wita sampai 10:00 Wita dan sebanyak 23 persen akan hadir pukul 10:00 Wita sampai 13:00 Wita.
Kemudian penyebab yang terakhir yaitu pengaruh Pilkada terhadap kehidupan pribadinya yaitu sekitar 69 persen publik mengatakan sangat berpengaruh. Sementara sekitar 28 persen publik menganggap tidak berpengaruh sehingga berpotensi untuk tidak datang ke TPS.
Hal ini kata Fajar, disebabkan karena ada beberapa faktor. Pertama isu pandemi Covid-19, di mana sekitar 38 persen masyarakat merasa khawatir dan sangat khawatir.
Kemudian isu lokasi TPS . Fajar menyebutkan hanya sekitar 54 persen publik yang mengetahui lokasi TPS, 80 persen diantaranya mengatakan TPS tidak jauh dari rumahnya.
Baca Juga: KPU Gowa Akan Siapkan Bilik Khusus Bagi Pemilih Bersuhu 37 Derajat
"Sementara ada sekitar 45 persen publik yang belum tahu TPS-nya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 45 persen jauh letak TPS dengan rumahnya sehingga berpotensi untuk tidak hadir ke TPS," jelasnya.
Penyebab berikutnya adalah isu pembagian waktu. Hanya 40 persen publik yang mengetahui adanya pembagian waktu. Sementara mayoritas masyarakat menginginkan datang ke TPS dari pukul 07:00 Wita sampai 10:00 Wita dan sebanyak 23 persen akan hadir pukul 10:00 Wita sampai 13:00 Wita.
Kemudian penyebab yang terakhir yaitu pengaruh Pilkada terhadap kehidupan pribadinya yaitu sekitar 69 persen publik mengatakan sangat berpengaruh. Sementara sekitar 28 persen publik menganggap tidak berpengaruh sehingga berpotensi untuk tidak datang ke TPS.
Lihat Juga :