Hentikan Kampanye Akbar Paslon Tunggal, Ketua Bawaslu Nyaris Dikeroyok
Sabtu, 05 Desember 2020 - 23:58 WIB
loading...
A
A
A
"Kami hentikan dan bubarkan acara ini karena melanggar Protokol kesehatan, kami sudah dua kali berikan teguran lisan saat awal Kampanye tadi, tapi ternyata kenyataan nya seperti ini. Jadi sesuai aturan kami hentikan dan Bubarkan. Kami tetap akan memproses kasus pelanggaran ini," kata Markus Rumsowek.
Sementara itu, Kapolres Raja Ampat AKBP Andre Manuputty menjelaskan, pihaknya langsung mengambil alih tindakan tegas membubarkan massa simpatisan dan pendukung Paslon karena,. Massa sudah tidak terkontrol dan menimbulkan kerumunan saat kampanye. Untuk itu dirinya langsung mengambil alih membubarkan massa dan penyetopan kegiatan kampanye.
Andre meminta semua pihak untuk dapat mematuhi aturan Protokol kesehatan dimasa Pandemi agar tidak timbul cluster baru COVID-19 di Raja Ampat.
"Dia betul, karena dari tadi banyak kerumunan, kemudian yang ada juga pentas musik, jadi terpaksa saya ambil alih untuk pembubaran lebih dulu untuk massanya itu, untuk penyetopan kegiatan. Saya harapkan ini jadi pelajaran lah, tolong dipatuhi peraturan itu, karena biar bagaimanapun, Protokol kesehatan (masa pandemi) harus tetap dipenuhi. Jangan sampai terjadi klaster baru pandemi COVID-19 di Raja Ampat karena kegiatan ini. Dan itu tidak kita inginkan bersama," kata AKBP Andre Manuputty kepada wartawan usai acara kampanye Akbar.
Andre mengatakan, semua tindakan yang dilakukan untuk membubarkan kerumunan massa dan menghentikan acara kampanye sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, apalagi pada masa Pandemi saat ini.
"Kami sudah punya prosedur, kami sudah punya aturan, PKPU 13 itu harus dilaksanakan, dan saya tidak bisa diam kalau sudah kejadiannya seperti itu, makannya saya ambil alih tadi untuk pembubaran," tegas AKBP Andre Manuputty.
Ketua Bawaslu Raja Ampat terlihat akhirnya bisa keluar dari lokasi kampanye dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata. Hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Kapolres Raja Ampat AKBP Andre Manuputty menjelaskan, pihaknya langsung mengambil alih tindakan tegas membubarkan massa simpatisan dan pendukung Paslon karena,. Massa sudah tidak terkontrol dan menimbulkan kerumunan saat kampanye. Untuk itu dirinya langsung mengambil alih membubarkan massa dan penyetopan kegiatan kampanye.
Andre meminta semua pihak untuk dapat mematuhi aturan Protokol kesehatan dimasa Pandemi agar tidak timbul cluster baru COVID-19 di Raja Ampat.
"Dia betul, karena dari tadi banyak kerumunan, kemudian yang ada juga pentas musik, jadi terpaksa saya ambil alih untuk pembubaran lebih dulu untuk massanya itu, untuk penyetopan kegiatan. Saya harapkan ini jadi pelajaran lah, tolong dipatuhi peraturan itu, karena biar bagaimanapun, Protokol kesehatan (masa pandemi) harus tetap dipenuhi. Jangan sampai terjadi klaster baru pandemi COVID-19 di Raja Ampat karena kegiatan ini. Dan itu tidak kita inginkan bersama," kata AKBP Andre Manuputty kepada wartawan usai acara kampanye Akbar.
Andre mengatakan, semua tindakan yang dilakukan untuk membubarkan kerumunan massa dan menghentikan acara kampanye sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, apalagi pada masa Pandemi saat ini.
"Kami sudah punya prosedur, kami sudah punya aturan, PKPU 13 itu harus dilaksanakan, dan saya tidak bisa diam kalau sudah kejadiannya seperti itu, makannya saya ambil alih tadi untuk pembubaran," tegas AKBP Andre Manuputty.
Ketua Bawaslu Raja Ampat terlihat akhirnya bisa keluar dari lokasi kampanye dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata. Hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
(nth)
Lihat Juga :