KPAI KBB Dukung Pembelajaran Tatap Muka, Tapi Ada Catatan Ini

loading...
KPAI KBB Dukung Pembelajaran Tatap Muka, Tapi Ada Catatan Ini
Salah satu sekolah menjalankan pembelajaran tatap muda dengan penerapan protokol kesehatan ketat.Foto/dok
BANDUNG BARAT - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengijinkan pemerintah daerah menggelar pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021 mendapat dukungan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Wakil Ketua KPAI Bandung Barat, Prihatin Mulyati mengatakan, pada dasarnya semua sekolah pasti sudah siap menggelar kegiatan belajar mengajar di sekolah. Akan tetapi ada catatan yang harus diperhatikan saat sekolah kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

"Kami mendukung pelaksanaan KBM tatap muka, tapi dengan catatan. Seperti jangan memicu kerumunan dan menganggap kondisi sudah normal," terangnya, Rabu (2/12/2020).

(Baca juga: Bertambah 5.533, Total Ada 549.508 Kasus Covid-19 di Indonesia )



Dirinya yakin pihak sekolah siap menjalankan protokol 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Begitupun dengan orang tua yang sudah mulai kesusahan dalam membimbing pembelajaran jarak jauh (daring). Sehingga harapan dapat segera sekolah tatap muka sangat ditunggu.

Pihaknya juga sering mendapat keluhan dari sejumlah orang tua wali murid yang menilai bahwa materi belajar daring yang diberikan guru saat belajar di rumah sangat membebani anak.

Materi yang diberikan seringkali tidak mempertimbangkan kemampuan anak untuk menyerap materi yang diberikan. "Akhirnya lama kelamaan anak menjadi jenuh dan sulit diatur untuk belajar," imbuhnya.



(Baca juga: Soal Libur Akhir Tahun, Ini Pesan Menko Muhadjir untuk Masyarakat )

Meski demikian, kata dia, rencana menggelar pembelajaran tatap muka dikembalikan lagi kepada pemerintah. Itu opsi yang patut dicoba hanya dengan skema dan sistem yang telah diatur. Mulai dari siswa datang ke sekolah, saat belajar, hingga kembali pulang.

"Kalau siswa SMA mungkin sudah mengerti bagaimana menaati protokol kesehatan. Tetapi untuk murid SD atau PAUD harus lebih ketat, gurunya wajib mengawasi dalam pergaulan di lingkungan sekolah," ujarnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top