Disiksa Keji oleh Majikan di Malaysia, TKI asal Cirebon Dibiarkan Tidur di Teras

loading...
Disiksa Keji oleh Majikan di Malaysia, TKI asal Cirebon Dibiarkan Tidur di Teras
Syafii menunjukkan foto anaknya, Mei Harianti yang disiksa dengan keji oleh majikannya di Malaysia. Foto/Okezone/Fathnur Rohman
CIREBON - Mei Harianti, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cirebon , Jabar disiksa majikannya di Malaysia dan dibiarkan tidur di teras rumah dalam kondisi mengenaskan.

Syafii, ayah Mei Harianti mengaku terkejut saat mendengar informasi anaknya disiksa oleh majikannya bekerja. Ia meminta, agar pemerintah Indonesia ikut membantu masalah yang sedang dihadapi Mei, sehingga anaknya bisa segera pulang.

(Baca juga: Sugiyem TKI asal Pati yang Disiksa Majikan di Singapura Sehingga Alami Luka dan Buta)

Syafii bercerita, anak keempatnya ini terpaksa bekerja sebagai TKI atau Pekerja migran Indonesia (PMI) karena ingin mengubah kondisi ekonomi keluarganya. Anehnya, selama 13 bulan bekerja di Malaysia, Mei tidak diperbolehkan memegang handphone untuk berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia. Mei hanya bisa berkomunikasi sebulan sekali dengan suaminya, menggunakan telepon milik majikannya.



(Baca juga: Tragis, Usai Nyanyi Karaoke dengan Tamu, Pemandu Lagu Tewas Dibantai Suami)

"Hanya menelpon suaminya disetiap bulan itu juga enggak boleh megang HP sama majikannya, kalo mau nelepon juga dibatasi sama majikannya," ujar Syafii saat ditemui Okezone di Kelurahan Pekiringan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (27/11/2020).

Bila Mei berhasil pulang, maka Syafii tidak akan mengizinkan Mei bekerja lagi sebagai TKI. Ia berharap majikan Mei bertanggung jawab atas perbuatannya. "Majikan bertanggung jawab dan majikan harus diproses secara hukum, segera dipulangkan dibantu oleh pemerintah," ujar Syafii.



Sementara itu, dalam keterangan resminya Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramdhani mengecam keras tindakan penyiksaan yang dialami oleh Mei. BP2MI dan KBRI terus melakukan pendampingan proses hukum kasus ini untuk memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top