Pengamat dan Aktivis Beri Masukan Pengelolaan Air Minum di Jakarta
Selasa, 18 Maret 2025 - 23:56 WIB
loading...
Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Tantangan Pengelolaan Air Minum Jakarta: Masalah dan Solusinya. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Tantangan Pengelolaan Air Minum Jakarta: Masalah dan Solusinya". FGD menghadirkan narasumber yakni Direktur Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi, Ketua Indonesia Water Institute (IWI) Firdaus Ali, serta pemerhati Jakarta Sugiyanto (SGY) dan Amir Hamzah.
Diskusi ini dihadiri sejumlah pimpinan dan perwakilan Non Government Organization (NGO) di Jakarta antara lain Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Rico Sinaga; Direktur Jakarta Public Service Mohammad Syaiful Jihad; dan Ketua LP2AD Victor Irianto Napitupulu.
Baca juga: Peringati Hari Air Sedunia, Kemendagri Tekankan Pentingnya Pengelolaan Air Minum
Arief mengapresiasi terselenggaranya FGD yang diinisiasi KPMI untuk membahas tantangan pengelolaan air minum di Jakarta bersama NGO, pengamat, serta pemerhati perkotaan dan air.
"Saya kira forum ini juga menjadi penting bagi kami untuk menyampaikan progres target cakupan layanan 100 persen di tahun 2030 serta menerima masukan konstruktif," ujarnya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2025).
Diskusi ini dihadiri sejumlah pimpinan dan perwakilan Non Government Organization (NGO) di Jakarta antara lain Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Rico Sinaga; Direktur Jakarta Public Service Mohammad Syaiful Jihad; dan Ketua LP2AD Victor Irianto Napitupulu.
Baca juga: Peringati Hari Air Sedunia, Kemendagri Tekankan Pentingnya Pengelolaan Air Minum
Arief mengapresiasi terselenggaranya FGD yang diinisiasi KPMI untuk membahas tantangan pengelolaan air minum di Jakarta bersama NGO, pengamat, serta pemerhati perkotaan dan air.
"Saya kira forum ini juga menjadi penting bagi kami untuk menyampaikan progres target cakupan layanan 100 persen di tahun 2030 serta menerima masukan konstruktif," ujarnya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2025).
Lihat Juga :