Hebat! Penyandang Tuna Daksa Ini Bekerja Keras hingga Raih Gelar Sarjana Hukum

loading...
Hebat! Penyandang Tuna Daksa Ini Bekerja Keras hingga Raih Gelar Sarjana Hukum
Abdul Halim, berjalan dengan seragam wisuda untuk mengikuti prosesi wisuda di Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/11/2020). Foto/SINDONews/Ali Masduki
SURABAYA - Senyum bahagia terpancar dari raut wajah Abdul Halim. Gairah dalam menapaki langkah masa depan terpancar disetiap pandangannya. Siang itu, pria asal Sumenep Madura ini nampak semangat mempersiapkan kelengkapan wisuda. Perlahan dan penuh hati-hati, Halim mengenakan baju wisuda di Asrama Mahasiswa yang selama ini ia tinggali selama berjuang meraih cita-cita di Kota Surabaya.

"Bro tolong bantuin pasang dasi saya," pinta Halim pada salah satu teman di asrama. Setelah seragam wisuda dipastikan terpasang sempurna, Halim bergegas turun dari lantai 2. Ia menghampiri ibunya di lantai 1 asrama yang sudah datang sejak semalam. Halim mencium tangan ibunya dan meminta restu untuk mengikuti prosesi wisuda. (Baca juga: Berusia 78 Tahun, Adik Kandung Wakil Presiden Try Sutrisno Selesaikan Pendidikan Sarjana)
Hebat! Penyandang Tuna Daksa Ini Bekerja Keras hingga Raih Gelar Sarjana Hukum

Abdul Halim merupakan salah satu penyandang tuna daksa yang berhasil menyelesaikan kuliah tepat waktu dan berhasil meraih gelar Sajana Hukum (SH) di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, Halim tidak kenal menyerah demi meraih cita-citanya. "Alhamdulillah senang bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu," ucapnya. (Baca juga: Warga dan Santri Banten 'Pukul Mundur' Alat Berat yang Dikawal Pasukan Marinir)

Bagi penyandang disabilitas seperti Halim, merantau adalah salah satu pilihan berat. Namun tekad dan keinginan gigih untuk merubah nasib menjadikannya sosok yang kuat. Ia bercerita, saat awal-awal masuk kuliah pernah merasa minder karena keterbatasan fisik. Namun seiring berjalannya waktu, perasaan itu hilang bahkan keterbatasan itu justru menjadi semangat tersendiri. "Teman-teman disini memperlakukan saya seperti yang lain. Awalnya sih minder tapi lama-lama terbiasa," ujarnya.
Hebat! Penyandang Tuna Daksa Ini Bekerja Keras hingga Raih Gelar Sarjana Hukum

Sebagai sarjana hukum, Halim bercita-cita ingin mengaplikasikan ilmu selama menempuh studi 4 tahun, yakni menjadi pengacara. Selain itu, ia juga ingin meneruskan pendidikan ke jenang yang lebih tinggi. "Kalau bisa InsyaAlloh pengacara. Rencana juga ingin meneruskan S2 di kampus yang unggul," imbuhnya.

Atas kegigihannya, pada momen wisuda ke-46 periode genap 2020-2021 ini Halim diganjar penghargaan sebagai mahasiswa terinspiratif. Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Sukadiono menjelaskan, Halim adalah salah satu mahasiswa yang memperoleh beasiswa khusus. Semua biaya kuliah ditanggung penuh oleh UM Surabaya.



"Itulah komitmen kami terhadap mahasiswa yang kurang beruntung, mungkin dari sisi keterbatasan organ tubuh," kata Sukadiono.

Menurutnya, dibalik keterbatasan fisik, para penyandang disabilitas memiliki potensi yang luar biasa, terutama secara intelektual mereka sama dengan yang lain. "Potensi inilah yang sangat kita hargai kemudian kita berikan beasiswa penuh itu," kata dia.

Selanjutnya, kata Sukadioano, pihaknya akan terus memantau perjalanan Halim pasca menyelesaikan kuliah. "Tentu setelah lulus ini akan kita perhatikan dalam bentuk memberikan arahan, agar yang bersangkutan mendapatkan pekerjaan sesuai yang dia harapkan," katanya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top