DPO Kasus Pembunuhan di Kolaka Berhasil Dibekuk di Makassar

Senin, 23 November 2020 - 17:46 WIB
loading...
DPO Kasus Pembunuhan...
DPO Kasus pembunuhan di Kolaka berhasil dibekuk di Makassar. Foto: Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Seorang pria berinisial AN, yang diketahui masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara dalam kasus pembunuhan , pencurian dan penipuan berhasil diamankan Tim Jatanras Polrestabes Makassar.

Lelaki berumur 37 tahun tersebut, diciduk polisi di dalam kamar salah satu hotel Jalan Gunung Lompobattang, Kecamatan Ujung Pandang, Minggu (22/11/2020) ketika tertidur pulas hanya mengenakan celana dalam.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar , Kompol Agus Khaerul mengatakan penangkapan AN berdasarkan laporan polisi bernomor : Nomor LP/157/XI/2020/SULTRA/RES KOLAKA. Korban merupakan seorang wanita berusia 40 tahun.

Baca Juga: Bunuh dan Pendam Mayat Kakak di Kontrakan, Juan Juga Terlibat Kasus Pembunuhan di Bogor

"Polres Kolaka berkoordinasi dengan kami, karena pelaku diduga tengah berada di Makassar. Setelah itu kami lakukan penyelidikan sampai kita dapat informasi keberadaan yang bersangkutan," ucap Kompol Agus Khaerul, Senin, (23/11/2020).

Agus melanjutkan, dalam penangkapan AN pihaknya menemukan barang bukti 21 pil obat racikan, buku rekening milik pelaku, serta sejumlah dokumen pribadi. Dari kartu identitasnya, pelaku berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

"Jadi pelaku merupakan buronan kasus pembunuhan terhadap salah seorang ibu rumah tangga di Kolaka. Lelaki AN ini mencekoki korban dengan obat racikan, kemudian menyetubuhi, dan mengambil ponsel milik korban," tutur Agus.

Pembunuhan terhadap korban berinisial NH, lanjut Agus, terjadi di dalam kamar hotel di Kecamatan Latambaga, Senin (16/11/2020) lalu, sekitar pukul 21.30 Wita. Mayat korban ditemukan sehari setelah kejadian oleh karyawan hotel, berinisial ED.

"Pelaku berkenalan lewat media sosial Facebook. Berlanjut ke WhatsApp. Modusnya menawarkan obat herbal yang bisa mengatasi segala penyakit dalam. Diajak lagi ketemu di hotel itu. Ternyata pelaku memaksa korban bersetubuh," jelas Agus.

Karena korban terus mengelak, pelaku lalu mencekoki dua pil racikan obat berdosis tinggi, sampai tak sadarkan diri. AN leluasa menggerayangi tubuh NH.

Baca Juga: Hasil Otopsi Pastikan Korban Pembunuhan, Polres Tulungagung Belum Tetapkan Tersangka

"Hasil interogasi dua kali pelaku menyetubuhi korban. Sampai meninggal dunia, ponsel korban dibawa lari dan dijual di Kendari," papar Agus.

Dia menerangkan, obat yang diracik kemudian dimasukan ke dalam pil adalah chlorpheniramine/CTM, alprazolam, serta obat insomnia. Obat-obatan itu biasanya digunakan mempercepat kantuk, pengidap gangguan kecemasan berlebih.

"Obat itu didapatkan di apotek ada juga di rumah sakit jiwa di Samarinda. Dulu pelaku ini bekerja di Kalimantan sebagai penjual obat herbal, ternyata itu kedok untuk melakukan kejahatannya," beber Agus.

Mantan Wakapolres Bulukumba ini megatakan selain NH ternyata pelaku juga pernah melakukan penipuan disertai penggelapan, juga pencurian di Kalimantan, Kolaka, serta Makassar. AN menyasar korban melalui aplikasi pertemanan, tantan, Facebook lalu berlanjut di Whatsapp.

Ketika sudah intens komunikasi, korban lalu dijanji dinikahi pelaku. AN di hadapan korban-korbannya mengaku sebagai duda yang ditinggal mati istrinya. Selain itu, untuk menarik kepercayaan korban, pelaku juga mengaku sebagai pegawai negeri sipil salah satu Kementerian berdinas di Jakarta.

Baca Juga: Eksekutor Pembunuhan Jalan Dago Teridentifikasi, Kapolrestabes: Segera Ditangkap

"Pelaku lalu meminta sejumlah uang dan barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia pasang foto berseragam dinas. Uang itu kata pelaku akan dipakai mengurus kepindahan dinasnya dari Jakarta ke lokasi domisili korban. Kolaka, Kalimantan, sampai Makassar," imbuh Agus.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Tragis, Balita 2 Tahun...
Tragis, Balita 2 Tahun Tewas dengan Luka Tusukan di Bekasi
Warga Negara Korsel...
Warga Negara Korsel Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bekasi, Diduga Dibunuh
Pria di Jakarta Barat...
Pria di Jakarta Barat Tewas Ditusuk, Kanit Reskrim: Awalnya Cekcok Mulut
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Rekomendasi
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved