Pria Asal Toraja Nyaris Diamuk Massa, Usai Cabuli Bocah SD

loading...
Pria Asal Toraja Nyaris Diamuk Massa, Usai Cabuli Bocah SD
Polisi berusaha mengamankan pria SR, pelaku pencabulan anak, dari amukan warga yang mengetahui aksi bejat pelaku, Minggu (22/11/2020)/ Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa
MAKASSAR - SR, pria 35 tahun asal Toraja Utara, nyaris babak belur dihajar warga yang marah setelah dituduh mencabuli seorang anak perempuandibawah umur di kamar kosnya di Kecamatan Tamalanrea, Minggu (22/11) sekitar pukul 12.30 Wita.

Beruntung, polisi datang dan mengamankan pelaku ke kantor polisi. Panit 2 Reskrim Polsek Tamalanrea Ipda Muh Iqbal Kosman mengatakan, SR kini masih berada di kantornya untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, sementara korban diarahkan melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

“Betul tadi kita amankan seorang pria yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak perempuan di Wilkum Tamalanrea. Saat ini korban berada di Polrestabes, untuk permintaan visum dan sebagainya, pelalu masih kita periksa,” kata Iqbal kepada SINDONews. (Baca Juga: Pria Ini Setubuhi Dua Putrinya di Saat Istri Cari Nafkah Jadi TKI)

Dia menceritakan awalnya pihaknya mendapat informasi jika ada seorang pemuda yang tengah dievakuasi di salah satu rumah warga. Karena dikepung warga setempat. Iqbal bilang timnya langsung bergerak menindaklanjuti kabar tersebut.



“Ada puluhan tadi warga di lokasi yang mengepung itu rumah, saat kita amankan yang bersangkutan sempat mendapat beberapa pukulan juga. Tapi berhasil kita reda, untuk menghindari amukan massa lebih parah kita bawa ke kantor," ucapnya. (Baca Juga: Ayah Bejat di Tuban Tega Cabuli Anak Sendiri yang Mau Menikah, Terbongkar karena Direkam Tetangga)

Hasil interogasi awal, kata Iqbal, pelaku saat itu melihat korban melintas di depan kosannya. Bocah itu tengah bersepeda. SR lalu memanggil korban masuk ke dalam kosannya. “Kayak dipanggil, anak inikan tidak tahu apa-apa. Jadi nurut dibawa masuk sampai ke kamar kos, di situ pelaku berbuat yang tidak pantas. Setelah itu diancam jangan melapor ke orang tua. Anak SD kelas tiga usianya kira-kira 10 tahun," paparnya.

Disebutkan Iqbal, orang tua korban yang melihat anaknya menangis kemudian menanyakan sebab, di situ perbuatan bejat SR terkuak, "Mamanya ini lalu mendatangi kosan pelaku, bersama warga lainnya. Ribut-ribut di sana. Sampai dilapor ke kita, untuk mengamankan pelaku," tuturnya.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top