Gerakan Kolom Kosong di Bengkulu Utara Kian Masif, Dukungan ke Petahana Menggema
Kamis, 19 November 2020 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
Dengan 9 parpol pengusung, yakni PDIP, Golkar, Gerindra, PAN, NasDem, PKPI, Hanura, PKS dan PPP, bagi simpatisan memilih Mian-Arie merupakan langkah untuk melanjutkan pembangunan daerah.
Berjalannya roda politik partai pengusung diyakini mampu menjadi salah satu poin penting bagi petahana untuk memenangkan putaran Pilkada. Blusukan yang dilakukan hingga ke pelosok wilayah ini diharapkan mampu menjadi barometer saat mereka menjabat lima Tahun mendatang.
Calon tunggal melawan kolom kosong ini menjadi catatan sejarah perhelatan akbar lima Tahunan di Kabupaten Bengkulu Utara. Kondisi ini bahkan mengharuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menyambangi Kota Makasar, sebagai daerah yang telah sukses mengelar Pilkada dengan kondisi serupa.
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, pihak penyelengara terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat diberbagai wilayah. Langkah ini digadang-gadang mampu mendongkrak partisipasi pemilih seperti di Pilpres dan Pileg Tahun lalu.
"Kegiatan kajian antar daerah ini dibutuhkan untuk mengetahui regulasi, sosialisasi serta menyikapi persoalan sengketa hasil. Kami berkeyakinan partisipasi akan meningkat karena bersamaan dengan pemilihan Gubernur. Sudah siap kotak suara, bilik suara dan alat pelindung diri, masih minus surat suara, karena baru akan naik cetak di 22 November," kata Ketua KPU Kabupaten Bengkulu Utara, Suwarto.
Berjalannya roda politik partai pengusung diyakini mampu menjadi salah satu poin penting bagi petahana untuk memenangkan putaran Pilkada. Blusukan yang dilakukan hingga ke pelosok wilayah ini diharapkan mampu menjadi barometer saat mereka menjabat lima Tahun mendatang.
Calon tunggal melawan kolom kosong ini menjadi catatan sejarah perhelatan akbar lima Tahunan di Kabupaten Bengkulu Utara. Kondisi ini bahkan mengharuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menyambangi Kota Makasar, sebagai daerah yang telah sukses mengelar Pilkada dengan kondisi serupa.
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, pihak penyelengara terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat diberbagai wilayah. Langkah ini digadang-gadang mampu mendongkrak partisipasi pemilih seperti di Pilpres dan Pileg Tahun lalu.
"Kegiatan kajian antar daerah ini dibutuhkan untuk mengetahui regulasi, sosialisasi serta menyikapi persoalan sengketa hasil. Kami berkeyakinan partisipasi akan meningkat karena bersamaan dengan pemilihan Gubernur. Sudah siap kotak suara, bilik suara dan alat pelindung diri, masih minus surat suara, karena baru akan naik cetak di 22 November," kata Ketua KPU Kabupaten Bengkulu Utara, Suwarto.
Lihat Juga :