Massa Kembali Geruduk Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan
Kamis, 15 Mei 2025 - 04:33 WIB
loading...
Massa simpatisan pasangan calon bupati dan wakil bupati Bengkulu Selatan, Suryatati-Ii Sumirat, kembali menggelar aksi protes di depan kantor Bawaslu Bengkulu Selatan, Rabu (14/5/2025). FOTO/IST
A
A
A
BENGKULU SELATAN - Suasana memanas terjadi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bengkulu Selatan, Rabu (14/5/2025), ketika massa simpatisan pasangan calon nomor urut 2, Suryatati-Ii Sumirat, kembali menggelar aksi protes. Mereka menuntut keadilan atas kasus yang dinilai sebagai rekayasa penangkapan terhadap calon wakil bupati Ii Sumirat pada malam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) lalu.
Sejak pukul 10.00 WIB, massa berkumpul di depan kantor Bawaslu dengan membawa spanduk dan melakukan orasi yang menyoroti lemahnya penanganan terhadap 20 laporan dugaan pelanggaran pemilu. Mereka mempertanyakan sikap Bawaslu yang dinilai tidak profesional dan tidak netral.
Salah satu insiden menonjol terjadi saat massa melakukan aksi teatrikal dengan membakar surat keterangan penghentian laporan dari Bawaslu sebagai bentuk simbolik ketidakpuasan terhadap lembaga tersebut. Aksi itu juga sempat diwarnai ketegangan dan saling dorong antara massa dengan aparat kepolisian.
Herman Lufti, koordinator aksi, menegaskan bahwa pihaknya kecewa berat terhadap Bawaslu yang dianggap tidak serius menyelidiki laporan, khususnya terkait rekayasa penangkapan Ii Sumirat dan penyebaran hoaks oleh kelompok tertentu.
"Bawaslu omong kosong, tidak profesional, 20 laporan tentang pelaku rekayasa penangkapan dan penyebaran hoaks penangkapan Ii Sumirat yang tersebar di seluruh TPS se-Kabupaten Bengkulu Selatan dianggap angin lalu, kami sangat kecewa," katanya.
Sejak pukul 10.00 WIB, massa berkumpul di depan kantor Bawaslu dengan membawa spanduk dan melakukan orasi yang menyoroti lemahnya penanganan terhadap 20 laporan dugaan pelanggaran pemilu. Mereka mempertanyakan sikap Bawaslu yang dinilai tidak profesional dan tidak netral.
Salah satu insiden menonjol terjadi saat massa melakukan aksi teatrikal dengan membakar surat keterangan penghentian laporan dari Bawaslu sebagai bentuk simbolik ketidakpuasan terhadap lembaga tersebut. Aksi itu juga sempat diwarnai ketegangan dan saling dorong antara massa dengan aparat kepolisian.
Herman Lufti, koordinator aksi, menegaskan bahwa pihaknya kecewa berat terhadap Bawaslu yang dianggap tidak serius menyelidiki laporan, khususnya terkait rekayasa penangkapan Ii Sumirat dan penyebaran hoaks oleh kelompok tertentu.
"Bawaslu omong kosong, tidak profesional, 20 laporan tentang pelaku rekayasa penangkapan dan penyebaran hoaks penangkapan Ii Sumirat yang tersebar di seluruh TPS se-Kabupaten Bengkulu Selatan dianggap angin lalu, kami sangat kecewa," katanya.
Lihat Juga :