Organda Kecewa Pemerintah Anak Emaskan Ojol
Kamis, 16 April 2020 - 11:39 WIB
loading...
Foto/ilustrasi
A
A
A
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Barat mengaku kecewa terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan dampak pandemi virus corona (COVID-19). Organisasi yang menaungi ribuan pekerja angkutan umum di Jawa Barat itu menilai Pemprov Jabar belum bersikap adil.
Ketua Pertimbangan DPD Organda Jabar, Aldo Fantinus mengatakan kebijakan Gubernur Ridwan Kamil terlalu condong kepada ojek online (ojol). Sikap Ridwan Kamil kepada ojol dianggap sangat berseberangan dengan sikapnya terhadap anggota organda.
Aldo mencontohkan kebijakan Ridwan Kamil untuk melibatkan ojol dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak COVID-19. Sementara di sisi lain, nasib sopir angkutan kota (angkot), taksi, bus antarkota, hingga bus antarprovinsi juga tak menentu.
Kebijakan social distancing mengakibatkan pendapatan sopir angkot, taksi, travel, bus AKDP, AKAP, termasuk bus wisata drop hampir 100 persen. Bahkan hingga saat ini mereka belum mendapat kepastian soal bantuan, khususnya dari Pemprov Jabar.
"Sopir-sopirnya hampir semua tidak bekerja. Pemerintah menjanjikan BLT (bantuan langsung tunai) untuk mereka, tapi sampai sekarang belum ada realisasi," papar Aldo.
Ketua Pertimbangan DPD Organda Jabar, Aldo Fantinus mengatakan kebijakan Gubernur Ridwan Kamil terlalu condong kepada ojek online (ojol). Sikap Ridwan Kamil kepada ojol dianggap sangat berseberangan dengan sikapnya terhadap anggota organda.
Aldo mencontohkan kebijakan Ridwan Kamil untuk melibatkan ojol dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak COVID-19. Sementara di sisi lain, nasib sopir angkutan kota (angkot), taksi, bus antarkota, hingga bus antarprovinsi juga tak menentu.
Kebijakan social distancing mengakibatkan pendapatan sopir angkot, taksi, travel, bus AKDP, AKAP, termasuk bus wisata drop hampir 100 persen. Bahkan hingga saat ini mereka belum mendapat kepastian soal bantuan, khususnya dari Pemprov Jabar.
"Sopir-sopirnya hampir semua tidak bekerja. Pemerintah menjanjikan BLT (bantuan langsung tunai) untuk mereka, tapi sampai sekarang belum ada realisasi," papar Aldo.
Lihat Juga :